Wali Kota Malang,  Sutiaji (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang,  Wasto (kiri)  saat menjadi pembicara dalam refleksi akhir tahun 3028 yang berlangsung di Ijen Suites (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (kiri) saat menjadi pembicara dalam refleksi akhir tahun 3028 yang berlangsung di Ijen Suites (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mendekati masa tutup tahun, Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko gelar Malam Puncak 99 Hari. Berlangsung di Hotel Ijen Suites, acara bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2018 itu dihadiri oleh seluruh perwakilan Organisai Pemerintah Daerah (OPD), unsur forkopimda, lembaga pendidikan,  hingga tokoh-tokoh agama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan jika refleksi yang berlangsung tersebut merupakan sebuah pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya. "Karena Malang ini adalah milik bersama, dan menjadi tanggungjawab bersama, maka harus bergerak bersama," katanya.

Lebih jauh pria berkacamata itu menyampaikan jika refleksi yang dilakukan tersebut mengacu pada proses pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Malang selama satu tahun penuh. Pada awal 2018 hingga pertengahan tahun, Kota Malang saat itu masih dipimpin oleh pasangan M. Anton dan Sutiaji.

Di masa kepemimpinan tersebut, Sutiaji menyampaikan jika ada banyak progres pembangunan yang dilakukan. Meski pada dasarnya ada beberapa permasalahan yang sempat mengandung dan membuat pembangunan berhenti untuk beberapa saat. "Dalam masa kepemimpinan Abah Anton dan saya di periode sebelumnya, kami memohon maaf jika ada kesalahan. Tapi semuanya pasti akan ada hikmahnya," imbuhnya.

Sementara di masa kepemimpinan dan babak baru sekarang, Sutiaji menyampaikan jika pembangunan Kota Malang akan dilanjutkan. Setiap proses dan upaya pembangunan di masa kepemimpinan sebelumnya akan dilanjutkan dan lebih disempurnakan. "Wali kota terdahulu adalah komponen yang tidak bisa disia-siakan dan memiliki aset membangun Kota Malang," jelasnya.

Politisi Demokrat itu juga menyampaikan, progres pembangunan selama 99 hari sejak ia dan Sofyan Edi Jarwoko dilantik juga akan disampaikan secara gamblang di malam refleksi tersebut. Sesuai dengan kesepakatan, ada banyak upaya yang dilakukan untuk menciptakan malang sebagai kota bermartabat.

"Dan 99 hari kerja saya dan Bung Edi adalah sampai 31 Desember 2018. Ini juga tepat satu tahun saat saya dan Bung Edi berkomitmen untuk beribadah membangun Kota Malang," paparnya lagi.