Jalur Wisata Pantai Selatan Dipecah Dua, Wisatawan Tetap Wajib Waspada

MALANGTIMES - Menjelang tahun baru, berbagai pihak di Kabupaten Malang terus melakukan persiapan matang. Khususnya bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang maupun Polres Malang yang secara langsung bersentuhan dengan persoalan membludaknya kendaraan saat momen pergantian tahun di berbagai jalan raya. 


Tak  terkecuali dengan jalan menuju destinasi wisata pantai Malang Selatan yang biasanya diserbu wisatawan untuk menghabiskan waktu di pergantian tahun. Jalur menuju wisata pantai selatan diprediksi membeludak dan dipenuhi berbagai kendaraan,  baik dari dalam maupun luar kota serta kendaraan roda dua maupun roda empat pribadi maupun umum. 


"Kami prediksi akan padat kendaraan ke jalur wisata pantai selatan. Karena itu, kami  telah jauh-jauh hari mengadakan koordinasi serta rekayasa lalu lintas, " kata Hafi Lutfi, kepala Dishub Kabupaten Malang kepada MalangTIMES. 


Pihak Dishub Kabupaten Malang bersama Polres Malang akan menerapkan opsi dalam mengurai kepadatan kendaraan yang akan masuk/keluar wisata pantai selatan. Opsi tersebut adalah dengan membagi jalur menjadi dua jalur khusus mulai Senin (31/12/2018) datang sampai Rabu (2/1/2019).


Dua jalur tersebut adalah jalur khusus sepeda motor atau roda dua dan jalur bagi mobil serta kendaraan pribadi roda empat lainnya. "Jadi nantinya opsi ini bisa dijalankan dalam mengurai kepadatan serta meminimalisasi  kecelakaan di jalan," ujar Lutfi. 


Dalam kesempatan berbeda, Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Malang Iptu Edi Purnama menyampaikan, jalur roda dua dimulai dari Jalan Raya Bantur atau tepatnya simpang tempat pemakaman umum (TPU) Bantur. Pengendara roda dua  akan diarahkan masuk jalan desa hingga ke Jalur Lintas Selatan (JLS) simpang Wonogoro, Kecamatan Gedangan. Jalur sepanjang 12 kilometer tersebut memakan waktu tempuh sekitar 26 menit. "Jalur ini juga yang akan dipakai dalam perjalanan pulang dari kawasan pantai," ujar Edi. 


Sementara bagi kendaraan roda empat dan sejenisnya atau lebih, opsi jalur masih sama, dengan melewati jalan utama via Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Tapi yang perlu diperhatikan, para pengendara saat melintasi kawasan Jurang Mayit harus bergantian satu per satu. 


"Kita tahu Jurang Mayit merupakan rute paling ekstrem saat menuju atau keluar dari pantai selatan. Karena itu perlu kewaspadaan ekstra bagi para pengendara," ujar Edi. 


Kepadatan arus lalu lintas menuju pantai selatan biasanya mulai terjadi menjelang malam pergantian tahun atau Senin (31/12/2018) besok, baik siang maupun sore hari untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas. Sedangkan puncaknya biasa terjadi hari libur tahun baru, Selasa (1/1/2019) datang.  "Biasanya akan meningkat drastis  hari ini," ujar Edi. 


Selain persoalan jalan menuju pantai selatan, masyarakat yang akan menghabiskan waktunya di berbagai wisata pantai di Malang Selatan diimbau tetap untuk meningkatkan kewaspadaan,  baik saat melakukan perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata. Sebab, 
Gelombang laut selatan masih tinggi, berkisar pada angka 1,5 hingga 3,5 meter.

Selain itu,   kecepatan angin di Samudera Hindia atau pesisir selatan Jawa Timur berkisar pada 28 knot atau 52 kilometer per jam serta prediksi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat juga masih berpotensi turun di wilayah Jatim. (*)

 

Top