Firman Andrianto tersangka beserta barang bukti pencurian saat diamankan polisi, Kecamatan Bululawang (Polsek Bululawang for MalangTIMES)
Firman Andrianto tersangka beserta barang bukti pencurian saat diamankan polisi, Kecamatan Bululawang (Polsek Bululawang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat perayaan pergantian tahun, kebanyakan orang pasti menyambutnya dengan berbagai cara. Selain euforia meniup terompet dan kembang api saat menyambut tahun baru. Sebagian dari masyarakat juga ada yang melakukan syukuran, maupun pesta kecil-kecilan. 

Namun berbeda dengan yang dialami Firman Andrianto, warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang. Akibat aksi nekatnya, remaja belasan tahun ini, terpaksa merayakan malam perantian tahun 2019 dibalik jeruji tahanan.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

“Tersangka kami amankan setelah terbukti melakukan pencurian seekor burung jenis Anis Kembang milik tetangganya sendiri,” kata Kanitreskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Marghas, Sabtu (29/12/2018).

Dari keterangan yang dihimpun dari berbagai saksi, pelaku nekat mengasak burung peliharaan milik Syamsul Hadi, Jumat (28/12/2018). Saat melancarkan aksinya, rumah pria 48 tahun itu, dalam kondisi kosong lantaran ditinggal menjalankan ibadah salat jumat. Mengetahui situasi yang sepi, tersangka kemudian masuk ke dalam rumah korban, dengan cara memanjat pagar menggunakan andang (tangga).

Sesaat kemudian, remaja 18 tahun itu menuju garasi dan mengambil burung beserta sangkarnya. “Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku kabur melalui pintu belakang rumah korban. Guna menghilangkan jejak, hasil curian dijual kepada seseorang yang tinggal di wilayah Kecamatan Kepanjen,” sambung Ronny.

Berawal dari laporkan yang diterima, dan hasil pendalaman petugas. Pelaku pencurian mengarah kepada Firman. Tanpa menunggu lama, polisi lantas mengamankan pelaku dikediamannya. “Sebelum meringkus tersangka, kami terlebih dulu mengamankan barang bukti pencurian tersebut,” tutur Ronny kepada MalangTIMES.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Dari keterangan yang dihimpun penyidik, Firman mengaku baru sekali melancarkan aksi pencurian. Dia berdalih butuh uang untuk perayaan tahun baru. “Uang hasil penjualan burung senilai Rp 300 ribu, sebagian digunakan untuk makan dan beli rokok. Kasus ini masih kami dalami, sebab ada  dugaan aksi pencurian yang dilakukan tersangka lebih dari satu kali,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Pakis ini.