MALANGTIMES - Wali Kota Malang, Sutiaji mengumumkan jika ia telah membuat akun resmi di media sosial Twitter dan Instagram sejak Sabtu (29/12/2018).  Meski baru beberapa jam saja membuat pengumuman dan membuat cuitan pertama, akun pria berkacamata itu langsung diserbu warganet.

Sebagian besar warganet menyampaikan beberapa keluhannya tentang Kota Malang.  Meliputi macet, banjir, hingga jalanan berlubang. Sementara sebagian lagi hanya sekedar menyapa alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Kota Malang itu.

"Assalamulaikum.  Selamat siang dulur, ini akun Twitter resmi saya, monggo jika ada keluhan, harapan, kritik, ataupun saran terkait Kota Malang yang ingin disampaikan, bisa melalui akun ini atau Instagram saya @sutiaji1964. Mari bersama-sama mewujudkan Kota Malang bermartabat," cuit Sutiaji, Sabtu (2912/2018)  sekitar pukul 12: 20 WIB.

Cuitan pertama Sutiaji itu pun langsung mendapat respon positif dari warganet. Puluhan jawaban mengalir di kolom komentar cuitan pertama Sutiaji tersebut. 

"Selamat datang di Twitterland pak. Di mana laporan masyarakat jauh lebih cepat daripada laporan ajudan ataupun kepala dinas bapak. Yang terpenting adalah jangan mudah baper pak. Karena di sini, omongan kadang ga terkontrol. Welcome (emoji tertawa)," balas Felix Cendikiawan.

"Pak dalane bolong-bolong (Pak jalannya berlubang; red)," tulis Raden Arniansya.

"Assalamualaikum pakpak, menyampaikan bahwasannya lampu di penyebrangan kayu tangan mati sudah seminggu ini," tulis Samsul Arif.

"Pak kapan ada rencana buat transportasi massal terintegrasi di Malang Raya? Dari Lawang ke Kepanjen gak perlu ganti angkot tiga kali. Dari Blimbing ke Batu ga perlu ganti angkot dua kali.  Maturnuwun (Terima kasih; red)," timpal Riza Ridho.

Sederet pertanyaan dari warganet itu pun langsung ditanggapi oleh Sutiaji. Di antaranya berkaitan dengan keluhan akun @AngelaaDevii yang menciutkan sebuah keluh dengan menautkan pada laman Twitter @Infomalang. Dalam cuitannya itu, akun Angela Devi tersebut mengeluhkan jalan rusak parah di kawasan Cemorokandang, tepatnya di sepanjang jalan depan SMK 9.

Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh akun @meis_fili dengan menandai akun resmi Sutiaji. "Sebagai orang yang sering pakai banget lewat situ saya merasa sedih. Ngapunten pak @sutiaji1964," tulis @meis_fili.

Sutiaji langsung memberi tanggapan dengan meminta foto kondisi jalan kepada @meis_fili. "Mungkin ada fotonya mbak? Biar segera ditindaklanjuti oleh @dpupr_kota_malang. Maturnuwun," tulis Sutiaji.

"Mohon maaf nggih pak,  saya belum punya fotonya. Selama ini ketika melewati jalan tersebut dituntut untuk fokus 100 persenpersen, sampai tidak bisa memfoto. Kecuali kalau berkebdaranya lebih dari satu orang, dan saya hanya seorang diri. Mau berhenti pun badan jalannya hampir tidak ada," balas @meis_fili.

"Enggeh, terima kasih, sudah saya masukkan catatan, maturnuwun infonya," tambah Sutiaji.

 

End of content

No more pages to load