Para pengunjung tengah menikmati potret monumen-monumen bersejarah di Malang Raya yang dipamerkan di gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para pengunjung tengah menikmati potret monumen-monumen bersejarah di Malang Raya yang dipamerkan di gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang menyimpan bukti sejarah perjuangan pejuang dan masyarakat mempertahankan kemerdekaan pada 1947 silam. Salah satunya ditandai dengan tugu dan sumur maut di sekitar bangunan SDN Madyopuro 1 Kota Malang. Potret sumur karya Ilham Ramadhan itu, tengah dipamerkan di gedung DPRD Kota Malang. 

Dalam dua hari terakhir, suasana lobi gedung wakil rakyat itu berubah menjadi galeri foto. Puluhan jepretan fotografer muda yang tergabung dalam UKM Panorama Photography (Panpho) Universitas Islam Malang (Unismma) dipamerkan pada pengunjung yang datang. Mereka menampilkan potret monumen-monumen bersejarah yang ada di kawasan Malang Raya, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Selain tugu dan sumur maut, ada pula foto Monumen Juang yang berada di Jalan Kertanegara. Patung yang menjadi ikon Kota Malang itu menggambarkan tumbangnya raksasa yang dilambangkan sebagai kaum penjajah. Juga ada foto Monumen Dharma Bakti Pramuka yang ada di Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kota Batu serta puluhan monumen lain. 

Koordinator acara, Abdurrachman Shihab mengungkapkan bahwa pameran foto tersebut menggambarkan suasana heritage di wilayah Malang Raya. "Selama ini kan unsur heritage menjadi andalan, apalagi wilayah Malang Raya memiliki segudang sejarah. Mulai dari zaman pra sejarah hingga kemerdekaan," terangnya.

"Apalagi, saat ini Kota Malang fokus dengan wisata heritage. Sudah lebih dari 200 bangunan cagar budaya yang masih terjaga dan terawat," lanjut Maman, sapaan akrabnya. 

Oleh karena itu, dalam praktek materi fotografi, para fotografer muda itu memilih mengabadikan monumen-monumen simbol kejadian bersejarah. 

Maman menyebut, ada 20 mahasiswa yang memajang karyanya dalam pameran itu dengan total karya sekitar 60 foto. Melalui pameran foto tersebut, ia mengajak masyarakat Kota Malang untuk belajar tentang sejarah yang selama ini masih belum banyak diketahui. "Banyak orang yang sering melewati monumen saat berangkat sekolah, kerja, atau jalan-jalan. Tapi tidak menyadari kisah dan sejarahnya," sebutnya. 

Pameran tersebut dibuka kemarin (27/12/2018) oleh Sekretaris DPRD Kota Malang Mulyono. Dalam sambutannya, Mulyono memberikan apresiasi pada para mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk mempelajari sejarah dan mengabadikannya dalam bentuk foto. "Saya mendukung penuh kegiatan positif yang diberikan oleh para mahasiswa. Mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi kepada anak muda lainnya untuk menghasilkan karya," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap pameran foto tersebut terus dilakukan. Termasuk juga menambah eksplorasi sisi heritage yang ada di wilayah Malang Raya. "Saya berharap, ini bukan yang terakhir. Terus bersemangat menghasilkan karya. Apalagi mengangkat soal heritage, bisa berbagi ilmu dengan masyarakat," pungkasnya.