Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menunjukan rekap data tindak kejahatan di Kota Malang sepanjang 2018. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menunjukan rekap data tindak kejahatan di Kota Malang sepanjang 2018. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jumlah tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Malang Kota mengalami penurunan signifikan sepanjang 2018 ini. Namun, kejadian pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kasus narkoba masih mengintai warga Kota Malang. Dari sisi jumlah laporan dari warga, persentase penurunan itu mencapai angka 26,7 persen. 

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkapkan, laporan polisi yang dilakukan masyarakat hingga Desember 2018 terdata sebanyak 683 kali. Sementara pada 2017 lalu, angkanya mencapai 1.527 laporan. Artinya, ada selisih 844 laporan tindak kejahatan yang terjadi. 

Laporan-laporan yang masuk, lanjutnya, mencakup beberapa tindak kejahatan yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kasus narkoba, minuman keras (miras), serta judi. Terbanyak, yakni kasus curanmor dengan jumlah laporan 264 perkara. 

Disusul dengan kasus narkoba sebanyak 242 laporan dan miras dengan 104 laporan. Sementara pencurian dengan kekerasan atau perampokan sebanyak 4 perkara, dan pencurian dengan pemberatan sebanyak 66 laporan. Untuk kasus judi, ada 3 laporan yang seluruhnya bisa langsung diselesaikan. "Dominasi masih curanmor dan narkoba. Curanmor sekitar 40 persen narkoba sekitar 40 persen dari total laporan," terangnya.

"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) akhir tahun soal kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), ada penurunan dibanding tahun lalu," ujarnya dalam rilis resmi, hari ini (28/12/2018) di halaman Mako Polresta Malang. 

Sementara itu, lanjut Asfuri, tingkat penyelesaian kasus atas laporan masyarakat justru mengalami peningkatan. Jika pada 2017 lalu ada 1.527 laporan dengan 823 penyelesaian. Pada 2018 ini dengan 683 laporan, berhasil diselesaikan sebanyak 597 kasus. "Jadi pada 2017 persentase selesainya 53,89 sedangkan pada 2018 ini mencapai 87,04 persen," tuturnya. 

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Peningkatan penyelesaian kasus tersebut, lanjutnya, merupakan bukti keseriusan kepolisian menyelesaikan gangguan kamtibmas yang dialami warga Kota Malang. "Dengan penurunan tindak pidana ini, menjadi bukti kerja keras seluruh personel dibantu instansi terkait, TNI dan masyarakat ikut menjaga kondusifitas lingkungan," terangnya.

Asfuri menguraikan, salah satu faktor yang mendorong penurunan tindak kejahatan adalah Program Polisi RW. "Program Polisi RW ini sangat efektif karena langsung dilakukan pengawasan hingga lingkup masyarakat paling kecil," pungkasnya.