Aksi Wali Kota Malang Drs. Sutiaji saat membantu mengatur lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman (istimewa)

Aksi Wali Kota Malang Drs. Sutiaji saat membantu mengatur lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman (istimewa)



MALANGTIMES - Aksi spontan Wali Kota Malang Drs. Sutiaji yang terjun ke lapangan guna membantu mengatur lalu lintas karena kemacetan panjang mengundang reaksi dari masyarakat.

Bagaimana tidak, aksi Wali Kota Malang tersebut menarik perhatian warga sekitar dan juga pengguna jalan. Menggunakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) karena usai acara formal kedinasan, aksi atur lalu lintas tersebut mengundang tanda tanya bagi pengguna jalan, salah satunya Maryanto, warga Blitar yang bertepatan lewat jalur tersebut.

"Ya heran, ini siapa, biasanya supeltas, tapi kok pakai jas, tahunya Walikota Malang karena diberi tahu petugas yang ada," ujar pria paruh baya tersebut.

Sebelumnya, Sutiaji menemukan titik kemacetan di daerah Jalan Panglima Sudirman atau perempatan Lapangan Rampal. Karena berjajar hingga panjang, akhirnya orang nomor satu se Kota Malang tersebut langsung turun untuk membantu Polisi untuk mengatur lalu lintas.

"Bertepatan saya lewat disana, dan saya lihat traffic light menyala, tapi kok terjadi kemacetan persis di tengah perempatan, sementara awal tidak terlihat petugas. Spontan saja saya turun karena kasihan kendaraan hampir tidak bergerak," tutur Sutiaji.

Hal ini bukan pertama kali dilakukan oleh Sutiaji, sebelumnya ia pernah melakukan hal yang sama ketika terjadi kemacetan panjang di Jalan Bandung hingga Jalan Veteran.

Setelah melihat dan ikut mengatur lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman, Wali Kota Malang Drs. Sutiaji langsung menelpon Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meninjau akar kemacetan sehingga berdampak ke ruas jalan yang lain.

"Saya sudah telpon Dishub untuk mencari akar masalah kemacetan, karena lokasi tersebut termasuk poros dan sentral," ucap Sutiaji.

Aksi atur lalu lintas Wali kota, cukup berhasil mengurai kemacetan yang terjadi, ditopang oleh kehadiran satu petugas Lalu Lintas (Lalin) Polres Malang Kota. Namun menurut Sutiaji, titik yang juga mengkontribusi kemacetan di antaranya pada pertigaan jalan Kalimasada menuju jembatan Kawasan Sawojajar.

"Harusnya dari arah Jalan Kalimasada tidak diperbolehkan belok kanan menuju Sawojajar, tapi oleh supeltas diarahkan, jadinya ada titik temu yang menimbulkan kemacetan," ungkap Sutiaji.

Tingginya volume kendaraan di kota Malang, diperkirakan juga bagian dari masa masa liburan sekolah serta jelang kembali libur tahun baru. Hal itu terlihat dari plat nomor kendaraan yang didominasi plat luar kota seperti AG, L, B, DK, AE dan lainnya. 

 

End of content

No more pages to load