Pedagang ayam di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang tengah melayani pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Pedagang ayam di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang tengah melayani pembeli. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Permintaan daging ayam di wilayah Kota Malang untuk konsumsi masyarakat meningkat signifikan sejak awal pekan ini. Jelang tahun baru, harga komoditas tersebut meroket naik hingga menyentuh angka Rp 38 ribu per kilogram. Warga pun memilih mengurangi jumlah pembelian untuk menyiasati harga.

Berdasarkan pantauan MalangTIMES di sejumlah pasar tradisional, kenaikan harga ayam sudah mulai terjadi sejak pertengahan Desember lalu. Namun, harga mulai meningkat signifikan sejak awal pekan ini atau sehari sebelum Natal. Harga daging ayam kini menembus Rp 38 ribu per kilogram.

Pedagang daging ayam di Pasar Oro-oro Dowo Malang, Sukmawati mengungkapkan saat Natal (25/12/2018) lalu harga ayam masih di kisaran Rp 36 ribu per kilogram. "Naik terus (harganya). Normalnya, ya kira-kira Rp 30 ribu per kilogram. Sejak Natal itu jadi Rp 36 ribu, sekarang Rp 38 ribu," urai Wati, sapaan akrabnya. 

Wati menyebut, kenaikan harga ayam itu dipicu tingginya permintaan masyarakat menjelang tahun baru. "Karena Natal dan tahun baru harganya jadi naik, karena banyak masyarakat yang butuh," tuturnya, hari ini (27/12/2018). 

Meski demikian, Wati mengungkapkan jika stok ayam dari distributor masih aman. Sehingga meski harganya relatif mahal, pembeli tidak perlu khawatir dengan ketersediaan daging ayam. "Stoknya masih banyak, memang kalau akhir tahun harganya selalu naik dari distributor," ungkapnya.

Pembeli pun mengaku memilih mengurangi pembelian. Selain itu, pembeli juga beralih ke bagian ayam yang lebih murah. Misalnya ceker atau kaki ayam, sayap, jeroan dan usus, maupun punggung ayam. "Ya biasanya kalau beli sekilo, sekarang setengah aja. Tambah ceker sama sayap yang lebih murah," ujar Citra, salah satu pembeli.

Sementara berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, untuk harga daging ayam ras rata-rata di pasar tradisional di Kota Malang senilai Rp 37.800 per kilogram. Padahal harga daging ayam pada Rabu (26/12/2018) kemarin senilai Rp 37.400 per kilogram. 

Di Kota Malang, harga daging ayam ras memang memicu terjadinya inflasi selama dua bulan terakhir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebenarnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang telah berdiskusi dengan sejumlah pelaku usaha ayam, baik pedagang maupun pengepul. 

Namun berdasarkan pertemuan tersebut, pelaku usaha ayam mengatakan bahwa kenaikan harga ayam dipicu banyak faktor. Selain karena peningkatan permintaan, juga disebabkan harga pakan yang tinggi.

 

End of content

No more pages to load