Perindo Klarifikasi dan Minta Maaf kepada Disabilitas Malang Raya

Dec 24, 2018 07:32
Suasana klarifikasi dan permintaan maaf Partai Perindo kepada difabel Malang Raya. (Hendra Saputra)
Suasana klarifikasi dan permintaan maaf Partai Perindo kepada difabel Malang Raya. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Partai Perindo melalui Ketua DPD Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly dan caleg DPR RI Dapil V Malang Raya Christophorus Taufik melakukan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada masyarakat difabel Malang Raya.

Permintaan maaf itu terkait dengan pemberitaan  media televisi nasional saat acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di Kota Malang.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Berita tentang Partai Perindo memperingati HDI 2018 di Malang yang disiarkan beberapa televisi swasta nasional seperti RCTI, MNCTV, iNews dan Global TV memicu protes lintas organisasi difabel se-Malang Raya. 

Panitia HDI 2018 mengirimkan klarifikasi ke media-media, melayangkan surat protes ke Partai Perindo, serta menggalang dukungan masyarakat melalui petisi. 

Panitia menganggap liputan yang memberitakan bahwa Partai Perindo memperingati sekaligus sebagai penyelenggara Hari Disabilitas Internasional adalah kesalahan fatal yang harus dihentikan dan diluruskan.

Yang benar, lintas organisasi difabel se-Malang Raya sebagai penyelenggara even menggalang dana secara swadaya dengan cara 'ngamen' di car free day serta menjual tiket donasi. 

Panitia HDI 2018 Malang juga menilai Partai Perindo telah menyalahgunakan even Hari Disabilitas Internasional menjadi ajang kampanye sehingga mengarah pada tindak eksploitasi yang melanggar amanah UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Setelah ada pemberitaan dari salah satu media televisi swasta nasional tersebut, panitia HDI 2018 Malang sebagai badan yang mengemban amanah pelaksana dan penanggung jawab even menuntut Partai Perindo meminta maaf kepada difabel serta menghapus segala bentuk dokumentasi yang mengandung dan menyiarkan keterlibatan Partai Perindo dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Malang. 

Mereka juga meminta permohonan maaf Partai Perindo kepada difabel disiarkan minimal di empat stasiun televisi, yakni RCTI, MNCTV, iNews, Global TV, serta mengunggahnya di youtube.

Sebagai inisiatif penyelesaian, masyarakat difabel menghargai hak klarifikasi Partai Perindo.

Saat di wawancarai, Pendiri Lingkar Sosial Indonesia yang juga penanggung jawab HDI 2018 Kertaning Tyas mengatakan  harus ada titik temu dengan jalan permintaan maaf dan klarifikasi tentang pemberitaan yang termuat di media televisi swasta nasional.

"Bahwasanya kesalahan ada pada ketika Bapak Christophorus Taufik sebagai caleg DPR RI (Partai Perindo) itu mengajukan statemen tanpa izin dan tanpa pemberitahuan dari kami," ujarnya. 

"Ini diliput oleh media dan masuk dalam konsumsi masyarakat Indonesia. Saya rasa ini sangat merugikan kami sebagai penyelenggara event," sambungnya.

Menurut Ken, sapaan akrab Kertaning Tyas, dia bersyukur karena dalam klarifikasi tadi malam Christophorus Taufik sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh audiensi yang seluruhnya adalah penyandang disabilitas Malang Raya. 

Audiens dari pihak difabel dan Partai Perindo (Hendra Saputra)

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Alhamdulillah kami sangat senang karena Bapak Christophorus Taufik juga sudah mengakui kesalahan  dan meminta maaf kepada kami semua. Dan sebagai anak bangsa, kami tentunya juga wajib menjaga kerukunan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Karena itu, kami juga saling memaafkan," ungkapnya.

Selain itu, founder Soul of The Song yang juga penanggung jawab event HDI 2018 Yohana Febianti Hera berharap pihak difabel tidak lagi dijadikan objek oleh sebagian orang. 

Ia meminta semua orang menganggap kaum difabel sama seperti orang pada umumnya.

"Jadi, intinya itu jangan menjadikan teman-teman difabel sebagai objek. Kami tidak bodoh, kami tidak diam. Jadi, jangan memperlakukan teman-teman difabel seperti orang yang tidak mampu apa-apa. Itu harapan kami adalah kita adalah manusia yang setara," ucapnya.

Sementara itu, Christophorus Taufik menegaskan bahwa pemberitaan  di media televisi tersebut bukanlah setting-an. 

Bahkan ia tidak tahu bahwa beritanya akan menjadi runyam dan menimbulkan kekecewaan dari pihak disabilitas.

"Kami tegaskan ini bukan setting-an karena zaman sekarang masyarakat susah di-setting. Semua orang sekarang sudah bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya. Yang jelas (berita) itu kewenangan redaksi. Kalau ada berita melintir tersebut, kami tidak tahu. Sekarang saya klarifikasi semua pemberitaan tentang hari disabilitas. Saya minta maaf ke panitia atas keteledoran saya. Permasalahan ini tidak akan menghentikan saya untuk berhubungan baik dengan kawan-kawan disabilitas ke depan," kata Taufik.

Senada dengan Taufik, Nelly mengaku bahwa dia dan rekannya ke acara HDI 2018 di Taman Krida Budaya Jatim di Kota Malang bukanlah untuk kepentingan partai. Niat mereka datang atas nama personal dan kemanusiaan.

"Saya tidak ingin banyak kata. Intinya kami meminta maaf atas kejadian yang sudah terjadi dan klarifikasi kami bahwa kedatangan kami ke sana adalah atas nama pribadi, bukan atas nama partai atau sebagainya," ujarnya. (*)
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru