Kegiatan pemusnahan puluhan ribu pil koplo dan ribuan botol miras di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kegiatan pemusnahan puluhan ribu pil koplo dan ribuan botol miras di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Menjelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019 (Nataru), Polres Malang Kota (Makota) memusnahkan barang bukti tidak pidana berupa ribuan botol minuman keras (miras) sera ratusan ribu butir obat-obatan terlarang. 

Pemusnahan itu dilakukan pagi ini (21/12/2018), di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. 

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri merinci, ada sebanyak 2.890 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk. 

Selain itu juga sekitar 150 ribu butir pil double L atau pil koplo yang dimusnahkan. 

"Pemusnahan ini sebagai bentuk pengamanan Kota Malang agar terbebas dari peredaran narkoba dan miras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019," ujarnya. 

Dia menjelaskan, ribuan botol miras tak berizin itu merupakan hasil operasi cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru. 

"Miras-miras ini hasil sitaan selama Operasi Cipta Kondisi 2018 di wilayah Kota Malang. Mulai dari tempat hiburan malam, tempat karaoke, hingga warung-warung tak berizin yang menjual miras ilegal," sebutnya.

Sementara terkait pil koplo yang turut dibakar, Asfuri menyebut bahwa pihaknya melakukan pengembangan setelah sebelumnya dilakukan penyerahan barang bukti dari Lanud Abdurrachman Saleh sebanyak 50 ribu butir.

"Kami melakukan penyelidikan lebih mendalam, dan didapatkan barang bukti berikutnya sebanyak 110 ribu butir dan tersangka," ujarnya. 

Asfuri menjelaskan, dengan dilaksanakannya pemusnahan miras dan narkoba ini, diharapkan Kota Malang bisa terbebas dari peredaran narkoba dan miras. 

"Antispasi malam tahun baru agar tidak sampai miras ini membahayakan masyarakat. Terutama miras oplosan atau ilegal dan tidak berizin," tegasnya. 

Sebelum pemusnahan, satuan petugas Polres Malang Kota melakukan apel gelar pasukan di halaman Alun-alun Merdeka Kota Malang. 

Apel tersebut merupakan salah satu bentuk kesiapan pengamanan Operasi Lilin Semeru Nataru yang mulai dilaksanakan 20 Desember 2018 hingga Januari 2019. 

Hadir pula jajaran dari Pemkot Malang dan juga Forkopimda Kota Malang.

Usai apel gelar pasukan, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan apresiasinya atas pemusnahan miras dan narkoba ini. 

"Atas nama Pemerintah Kota Malang berikan apresiasi dan ucapkan terimakasih atas apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 ini," kata dia.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar saling bahu membahu menjaga kondusifitas di wilayah Kota Malang maupun Malang Raya.

 

End of content

No more pages to load