Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pembicara dalam peringatan Hari Anti Korupsi yang diselenggarakan BEM Politeknik Negeri Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat menjadi pembicara dalam peringatan Hari Anti Korupsi yang diselenggarakan BEM Politeknik Negeri Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan peran generasi muda dalam memerangi korupsi. Dia menilai bahwa para pemuda mesti memiliki integritas tinggi agar korupsi tak lagi membudaya.

Hal tersebut disampaikan Sutiaji saat menjadi pemateri dalam kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2018 di Gedung Pertamina Politeknik Negeri Malang, hari ini (18/12/2018). Acara tersebut digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang dan diikuti oleh ratusan peserta. 

Sutiaji pun mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari para peserta. Pria yang juga pengurus PCNU Kota Malang itu menitipkan banyak pesan pada mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satunya, yakni pentingnya brainwash atau cuci otak untuk menghilangkan budaya korupsi di masyarakat. "Korupsi itu bukan hanya dalam bentuk uang, tapi juga bisa dalam bentuk korupsi waktu dan pikiran," ujarnya. 

Jika dalam kehidupan sehari-hari saja sudah banyak melakukan korupsi yang ringan, tegasnya, maka tidak menutup kemungkinan korupsi dalam skala besar juga dapat terjadi. 

Beberapa waktu yang lalu, Sutiaji mengungkapkan bahwa dirinya juga telah melakukan brainwash pada para jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Tujuannya, agar kinerja para pejabat pemerintahan bisa meningkat dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. 

Selain itu, brainwash itu penting untuk mengubah pola pikirnya bahwa ASN adalah pelayan bagi masyarakat. "Pembinaan mental seluruh ASN menjadi titik awal membentuk pemerintahan yang bersih, akuntabel dan memuaskan masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Pak Aji tersebut juga menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Malang menghadapi tantangan besar membangun kembali jembatan kepercayaan dengan masyarakat. "Untuk itu, kami mohon dukungan dan sinerginya dalam mewujudkan pemerintahan yang bermartabat untuk kemaslahatan masyarakat" pungkasnya.