Cuitan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun resmi twitternya
Cuitan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun resmi twitternya

MALANGTIMES - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) menyampaikan keberatannya atas pernyataan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berkaitan dengan pengrusakan sejumlah atribut Partai Demokrat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau pada Sabtu (15/12/2018) lalu.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/12/2018) kemarin, Wiranto menyampaikan jika pelaku pengrusakan atribut Partai Demokrat adalah oknum dari Partai Demokrat dan PDI-Perjuangan. Wiranto juga menyampaikan jika pengrusakan tersebut atas inisiatif oknum itu sendiri, dan tanpa ada campur tangan dari pimpinan partai.

Menanggapi pernyataan tersebut, presiden ke enam Indonesia itu pun menyampaikan keberatannya melalui akun resmi Twitternya. SBY menegaskan jika ia memiliki pendapat yang berbeda dengan yang disampaikan Wiranto tersebut. 

 

Ada 11 cuitan yang dilontarkan bapak dua anak itu melalui akunnya tersebut. Dia pun meminta agar pemerintah tidak menjadikan PDI-Perjuangan dan Partai Demokrat sebagai 'korban' dalam kasus yang masih memanas itu.

"Sore ini, Senin 17 Desember 218 saya baru tiba dari Pekanbaru, Riau. Saya baca pernyataan Menko Polhukam Wiranto dari media online," tulisnya pada Senin (17/12/2018) kemarin sembari memberi penegasan bertuliskan 'SBY' pada akhir cuitannya itu.

"Maaf, saya punya pendapat yang berbeda dengan Pak Wiranto (pemerintah). Perbedaan pendapat ini bukan kejahatan. Ini hak warga negara," tambahkan melanjutkan cuitan pertama.

"4 hari terakhir ini saya berada di Riau. Saya ingin kebenaran ditegakkan. Saya tak ingin PDI Perjuangan dan Partai Demokrat 'dikorbankan'," imbuhnya.

Dia juga menegaskan jika PDI-P maupun Partai Demokrat bukan inisiator dari kasus perusakan atribut yang terjadi di Riau tersebut. Dia juga menyampaikan jika kesimpulan politik yang salah dalam proses hukum yang berjalan dapat merugikan nama baik PDIP dan Partai Demokrat di musim kampanye ini.

"Informasi dan kesaksian di lapangan yang kami dapatkan, baik PDIP maupun PD bukanlah 'master-mind' dan inisiator dari kasus perusakan atribut," jelasnya.

"Kesimpulan politik yang salah (sementara proses hukum sedang berjalan) bisa rugiman nama baik PDIP dan PD di musim kampanye ini," tulisnya lagi.

Lebih jauh melalui cuitannya itu SBY juga menyampaikan keyakinannya jika Presiden Jokowi tidak memiliki keterlibatan apapun. Sehingga ia meminta agar pengungkapan kasus tersebut dilakukan jujur dan lengkap untuk menyelamatkan Jokowi. "Saya yakin dan tahu Presiden Jokowi tak memiliki keterlibatan apapun. Pengungkapan yang jujur dan lengkap justru akan 'selamatnya' beliau," imbuhnya.

Suami Ani Yudhoyono itu juga menyampaikan jika Partai Demokrat dan dirinya sendiri cinta damai. Tidak berniat membuat polarisasi dan paham akan demokrasi. Sehingga dirinya menuntut keadilan. Rencananya, pada Selasa (18/12/2018) pun Demomrat akan melakukan rapat besar dan hasilnya dipublikasikan melalui media massa.

"Justru dengan kesimpulan Menko Polhukam yang seolah 'memvobis PDIP dan PD bersalah' kami akan gelar rapat Selasa, 18 Desember 2018," tambahnya. 

"Setelah itu, kami akan sampaikan pernyataan pers (seperti yang disampaikan Menko Polhukam hari ini (kemarin; red)) agar diketahui rakyat Indonesia," pungkas cuitan SBY.