Ibu-Ibu Menyusui Pamer Payudara di Youtube (10)

Video Menyusui Marak di Youtube, Polisi Bakal Koordinasi dengan Kominfo untuk Penghapusan Konten

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Adanya video-video vulgar menyusui yang terkesan pornografi dan bukan edukasi di media sosial Youtube, dikhawatirkan bisa membawa dampak buruk, khususnya bagi para anak-anak, juga direspon oleh Polres Malang Kota. 

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, fenomena maraknya mayarakat yang memposting gambar atau video menyusui, tentunya bisa memberikan pandangan yang beragam antara edukasi cara menyusui serta kontroversi pornografi. 

Maka dari itu, aspek hukum akan dilihat untuk memantau postingan-postingan tersebut dengan tetap mempertimbangkan aturan di Undang-undang (UU) ITE.

"Dan dalam pencegahannya, kami akan berkoordinasi dan memberikan rekomendasi pada Kominfo untuk menghapus konten-konten tersebut," papar Kasat ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Lanjutnya, di era internet ini, memahamkan masyarakat adalah hal yang terpenting dilakukan. Namun hal ini akan lebih efektif jika netizen juga punya peran aktif dalam menyikapi fenomena tersebut, serta bisa dilakukan dengan upaya-upaya yang dilakukan bersama-sama.

"Pada saat menyusui diharapkan para ibu untuk mencari tempat laktasi yang disediakan. Dan masyarakat juga harus memahami edukasi hukum seputar UU ITE, sehingga jika akan memposting sesuatu, mereka tidak akan serta merta, masih memikirkan akibatnya," terangnya.

"Kami juga mengimbau pada pemosting, jika tujuannya adalah edukasi maka gambar video untuk diblur atau diberi ilustrasi kartun. Selain itu juga konten yang diungkapkan memang harus benar-benar bermateri memberikan edukasi," tambah Kasat yang belum lama menjabat ini.

Lebih lanjut Kasat menyampaikan, di tempat-tempat umum, baik itu tempat hiburan atau  pelayanan publik, harus memperbanyak ruang laktasi. Sehingga mereka yang akan menyusui bisa dengan mudah menyusui bayi mereka tanpa mengganggu atau meinumbulkan pemikiran-pemikiran negatif.

"Seperti Polres Malang Kota sudah membuat beberapa tempat Laktasi antara lain ruang penerimaan laporan, ruang reskrim, pembuatan SIM, BPKB dan beberapa tempat lainnya. Hal ini kami lakukan adalah untuk mendukung pemberian ASI eksklusif pada bayi yang harapannnya dapat dicontoh instansi dan tempat pelayanan publik lainnya," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top