Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Malang Zulkifli Amrizal. (Foto: Dok. MalangTIMES)

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Malang Zulkifli Amrizal. (Foto: Dok. MalangTIMES)



Ibu-Ibu Menyusui Pamer Payudara di Youtube  9

MALANGTIMES - Viralnya video-video menyusui yang vulgar di media sosial Youtube dengan ribuan viewers, memang dikhawatirkan membawa dampak buruk, khususnya bagi anak-anak. Sebab video-video tersebut justru tidak mencerminkan tentang edukasi menyusui, melainkan hanya sekedar candaan yang diabadikan dengan video. 

Menanggapi adanya konten-konten yang dinilai kurang pantas seperti video-video menyusui yang banyak diupload di media sosial Youtube, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang mengimbau kepada masyarakat untuk bisa mengadukan konten-konten yang dinilai negatif tersebut.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Zulkifli Amrizal menjelaskan, bahwa definisi video menyusui yang dikatakan viral adalah relatif. Namun saat ini, pihaknya belum menemukan konten yang dimaksud dalam trending topic.

"Namun masyarakat bisa melaporkannya dengan dua cara, yakni melaporkan langsung ke Youtube sesuai dengan pedoman komunitas Youtube. Dan kedua melaporkan melalui https://aduankonten.id dengan mencantumkan link disertai screenshot video dimaksud," tulisnya ketika dihubungi melalui Whatsapp beberapa waktu lalu.

Usai melaporkan video tersebut, bahkan masyarakat juga bisa memantau dalam proses penanganan aduan yang sedang ditangani tim aduan konten. Dan secara jelas tentu hasil bisa diketahui.

Lanjutnya, kemudian dari Dinas Kominfo, melakukan diseminasi link aduan konten negatif tersebut guna mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap konten media sosial, sehingga bersih dari hal-hal negatif.

"Langkah kami diseminasi, melalui media sosial, link aduan tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang tau, dan bisa melaporkan jika terdapat konten-konten negatif," paparnya.

Selain itu, agar konten-konten negatif tidak berdampak buruk kepada anak, pihaknya juga mengimbau, agar orang tua untuk aktif melakukan pengawasan. Peran orangtua sebagai pendamping sangat dibutuhkan. 

Ia mencontohkan, jika memiliki komputer, tempatkan pada tempat yang terbuka dengan orangtua melakukan pendampingan.
Selain itu, sebisa mungkin untuk orang tua melakukan monitoring kegiatan surfing dari sang anak.

Kemudian, gunakan juga web filter untuk mencegah anak-anak masuk ke situs-situs negatif. Dan batasi juga waktu anak dalam melakukan akses internet.

"Terakhir biasakan orangtua untuk melacak dan memeriksa history internet usai anak beraktivitas menggunakan internet, sehingga dalam pengawasan bisa lebih maksimal,"pungkasnya.

End of content

No more pages to load