Ibu-Ibu Menyusui Pamer Payudara di Youtube (7)

Marak Fenomena Upload Video Menyusui, Wawali: Pemerintah Wajib Perketat Rule

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Maraknya fenomena video menyusui dengan memperlihatkan payudara secara jelas yang diupload di Media Sosial (Medsos), memang menjadi problem tersendiri. Sebab mana kala tayangan tersebut dilihat oleh mereka yang belum cukup umur, dikhawatirkan bisa saja menimbulkan dampak negatif. 

Menananggapi fenomena di era digital dan kecepatan informasi tersebut, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko, menjelaskan, bahwa harus ada aturan yang jelas, dimana pemerintah bisa memberikan rule-rule lebih ketat. Seperti konten menyusui dan diupload di medsos itu yang mungkin hanya bisa dilihat kalangan tertentu.

"Harus ada batas-batas atau aturan yang jelas, termasuk tadi memvideokan dan mengupload sesuatu yang kurang pantas ke media sosial," jelasnya beberapa waktu lalu, ketika ditemui di UIN Maliki.

Lanjut Bung Edi, sapaan akrab dari Wakil Wali Kota tersebut, bahwa dalam hal ini, juga diharapkan bagi masyarakat agar mengambil hal-hal atau pesan positif dari sebuah tayangan dan jangan mengambil hal-hal atau mencontoh sesuatu yang negatif dari tayangan tersebut.

Dan di sini, peran orang tua atau keluarga terdekat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan memberikan pengawasan bagi anak-anak mereka.

"Memang tayangan itu, bisa saja berpengaruh bagi karakter dan budaya anak-anak kita. Anak-anak ini kan daya ingatnya masih kuat, sehingga kalau hal itu tertanam dalam pikiran anak-anak, maka hal itu tentu bisa saja mempengaruhi pertumbuhan karakter anak kedepannya. Mesti harus diisi dengan good news, berita-berita dan ilmu-ilmu yang baik supaya benar-benar tertanam supaya dalam perkembangannya kedepan akan lebih baik dan bermanfaat," bebernya.

Sementara itu, saat ini, di media sosial, khusunya Youtube, memang marak wanita-wanita yang menyusui bayi mereka dengan memperlihatkan seluruh bagian payudaranya. 

Selain itu, isi dalam video sendiri terkadang juga tidak jelas, apakah mencoba untuk memberikan edukasi atau tidak. Bahkan beberapa hanya terkesan seperti guyonan.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top