Foto Ilustrasi (healthymatters.com)
Foto Ilustrasi (healthymatters.com)

MALANGTIMES - Video tutorial menyusui yang vulgar memperlihatkan buah dada ibu-ibu mengundang reaksi keras dari Pengurus/Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang dan menyebut hal tersebut bisa merusak akhlak umat Islam. 

Konten vulgar yang diupload di Youtube oleh beberapa akun tampaknya membuat sebagian orang resah dan mengundang respon keras dari ormas besar Islam, Muhammadiyah. 

Baca Juga : Dewan Nilai Dirut PDAM Tak Penuhi Kompetensi, Usul Konkret Dicopot

Konten Youtube dengan menunjukkan seorang ibu yang menyusui anaknya dan memperlihatkan buah dadanya secara penuh dianggap salah satu pengurus Muhammadiyah Kota Malang, Anas Yusuf bisa merusak akidah agama dan akhlak umat Islam. 

"Secara syar'i itu tidak boleh. Itu ya bisa dianggap sebagai hal yang merusak akhlak, karena aurat diperlihatkan secara sengaja," ujar Anas saat ditemui MalangTIMES. 

Setelah melihat video dari beberapa akun Youtube yang mengunggah konten tersebut, ia menilai bahwa ada kesengajaan dari pelaku tersebut untuk menyebarkan konten vulgar. 

"Kenapa ada gerakan masif di balik itu, ada apa? Jangan-jangan ini adalah skenario orang yang merusak citra Islam, dengan menampilkan auratnya itu jadi seakan-akan Islam memperbolehkan," tuturnya. 

"Saya kira baik Muhammadiyah maupun NU sepakat bahwa buah dada itu tidak boleh dipertontonkan karena haram hukumnya," tegasnya lantang. 

Baca Juga : Pipa Terus Bocor, Wali Kota Malang Sutiaji Beri Komentar Ini

Bahkan Anas mengatakan hal ini bisa saja dilaporkan ke pemerintah pusat. Karena konten di Youtube tersebut bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia dan tidak mengenal umur. "Saya kira bisa untuk mengirimkan surat secara resmi ke pemerintah pusat dalam hal ini kominfo untuk melihat konten tersebut adalah haram hukumnya. Kami akan bersama-sama dengan NU bergotong-royong untuk menolak konten seperti itu," paparnya. 

Kedepan, Muhammadiyah akan turun ke lapangan guna memantau pergerakan masyarakat agar tidak terjerumus konten media sosial yang bisa membahayakan akidah dan akhlak. 

"Kita harus cari siapa yang memviralkan itu, apa motif dia mengupload seperti itu. Ini memang saatnya para ulama, ustadz untuk turun ke masyarakat memberikan pengajaran bahwa konten di media sosial cukup berbahaya," tandasnya.