Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqun Najah atau akrab disapa Gus Is (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqun Najah atau akrab disapa Gus Is (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beredarnya video tutorial menyusui yang sengaja memperlihatkan payudara beberapa ibu mengundang respon keras dari Ketua PCNU Kota Malang, Gus Isroqunnajah atau yang akrab disapa Gus Is. 

Bahkan ia pun akan melaporkannya ke pihak berwajib. Seperti diberitakan media MalangTIMES sebelumnya, banyak video diupload dengan sengaja oleh ibu-ibu muda tentang tutorial menyusui. Sebenarnya, tidak ada yang salah dari tutorial tersebut, karena untuk memberi tahu kepada ibu yang baru melahirkan. Namun ada sisi dimana aurat dari wanita diperlihatkan bahkan bisa dikatakan dengan sengaja. 

Baca Juga : Semakin Meresahkan, Semua Fraksi di Dewan Sepakat Pemkot Moratorium Izin Hiburan Malam

Hal tersebut bisa dilihat di Youtube yang penontonya mencapai ribuan tersebut. Menanggapi itu, Ketua PCNU Kota Malang, Gus Is mengecam perbuatan tersebut jika memang sengaja diviralkan. Karena hal tersebut adalah salah satu aurat dari wanita yang tidak boleh diperlihatkan. 

"Kalau sengaja itu tidak boleh, sama saja mengumbar aurat dan itu aib," ucapnya. 

"Kalau di Malang ketahuan ya sekali lagi kami akan meminta ke pihak berwajib (Polisi) atau pihak berwenang, kami merekomendasi secara kelembagaan ke yang berwajib untuk memberikan teguran kepada yang bersangkutan," ujar Gus Is. 

Sebenarnya, PCNU mendukung niat baik untuk memberikan tutorial, namun cara tersebut dianggap salah dan dengan yakin menolak perbuatan tersebut.

"Jadi saya kira momennya ini kurang tepat karena dipublish untuk komunitas umum. Ya kalau ada yang disengaja harus kita tolak, berarti ada maksud lain di samping tutorial tersebut," tuturnya. 

Baca Juga : Layanan PDAM Banjir Komplain, Ketua DPRD Kabupaten Malang: Bawa Aduan ke Kami

Tidak cukup di situ, Gus Is juga akan meminta bantuan Kominfo sebagai pemerintah terkait untuk menyaring konten yang cukup vulgar tersebut. 

"Kalau motif yang sesungguhnya itu kemudian mempertontonkan aurat, kementerian kan bisa lihat siapa yang posting. Saya kira melalui yang berwenang itu diblokir, kalau ide awalnya memberikan yang bermanfaat kan bisa menggunakan animasi," ungkapnya.