MALANGTIMES - Wisata di Kabupaten Malang telah lama menghipnotis para founding father Indonesia dalam merumuskan kesatuan dan persatuan bangsa. Salah satunya adalah Pantai Ngliyep yang terletak di Desa Kedungsalam,  Donomulyo, Kabupaten Malang. 

Sang Proklamator Soekarno pun sempat terhipnotis dengan keindahan Pantai Ngliyep. Soekarno saat itu menatap gelombang dan debur ombak Ngliyep dan menuliskannya dalam sebuah puisi. 

Jikalau aku berdiri di Pantai Ngliyep/ Aku mendengar Lautan Hindia bergelora/ Membanting di Pantai Ngilyep itu/ Aku mendengar lagu sajak Indonesia../. 

Begitulah Pantai Ngliyep menghipnotis Soekarno, pantai yang setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus dibangun infrastruktur pendukungnya serta dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan layaknya pantai lain yang berderet di Malang Selatan. Misalnya, Pantai Balekambang yang terus bersolek di tangan Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang, yang juga merupakan pengelola pantai bersejarah yang pernah menghipnotis Soekarno. 

Ahmad Faiz Wildan, direktur utama (Dirut)  PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, menyatakan, keindahan Pantai Ngliyep telah dikenal lama. Baik oleh masyarakat dalam maupun luar negeri. 
"Di Ngliyep,  Presiden Soekarno sampai membayangkan Indonesia. Ngliyep adalah miniatur Indonesia yang indah dan patut diperjuangkan. Dulu oleh para founding father bangsa,  kini oleh kita," kata Wildan kepada MalangTIMES, Minggu (16/12/2018). 

Eksotisme alam dan nilai sejarah Pantai Ngliyep inilah yang kini terus dimaksimalkan. PD Jasa Yasa Kabupaten Malang pun menargetkan, Pantai Ngliyep bisa menghipnotis 9 ribu wisatawan di akhir tahun 2018.

"Target kita untuk Pantai Ngliyep sekitar 9 ribu wisatawan. Ini sudah cukup bagus bila bisa dicapai. Karena, walau tidak kalah indah dengan Balekambang, lokasi Ngliyep memang belum sebaik di sana," ujar Wildan. 

Seperti diketahui, rute menuju Pantai Ngliyep memang belum senyaman Pantai Balekambang, misalnya. Hal inilah yang membuat eksotisme, nilai sejarah, sampai pada keunikan tradisi di Ngliyep belum bisa terangkat secara maksimal dalam kontek kunjungan wisatawan. 

Sebagai contoh, Pantai Balekambang ditarget 30 ribu wisatawan. Sedangkan Pantai Ngliyep hanya ditarget 9 rimu wisatawan. 

Wildan sebagai pengelola Lantai Ngliyep pun menyadari kondisi tersebut. Berbagai keterbatasan di PD Jasa Yasa Kabupaten Malang tidak membuat Pantai Ngliyep hanya menjadi lokasi sejarah yang semakin ditinggalkan masyarakat atau di museumkan belaka. 

PD Jasa Yasa Kabupaten Malang terus mengupayakan berbagai strategi untuk membuat Pantai Ngliyep tetap kekinian serta menghipnotis wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang.  "Terus kita bangun dan besarkan Pantai Ngliyep walau dengan berbagai keterbatasan. Dengan target 9 ribu wisatawan tahun ini, kami optimistis bisa," tegas Wildan yang juga menyampaikan energi Ngliyep yang besar mampu menggelorakan api semangat Soekarno untuk memerdekakan bangsa dan negara Indonesia. 

Dalam kesempatan berbeda, Made Arya Wedanthara -kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang- juga menyampaikan optimismenya dengan sektor pariwisata di Kabupaten Malang.  Wisata pantai sebagai salah satu pariwisata yang masih jadi primadona dan menyedot wisayawan terbanyak akan terus dikuatkan. Baik sumber daya manusia nya maupun pembangunan infrastruktur pendukung pariwisatanya. 

"Terus kami kembangkan. Pun yang di Pantai Ngliyep dan lainnya. Tetapi untuk pembangunan fisik wisata, tentu perlu bertahap. Kamj di Disparbud lebih pada penguatan SDM-nya. Saya pikir sampai 2021 pariwisata akan terus diprioritaskan pembangunannya sesuai visi misi Kabupaten Malang," ucap Made Arya.  (*)