Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Wakil Wali Kota Batu saat melihat desain Batu Creative Market di depan Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (15/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Wakil Wali Kota Batu saat melihat desain Batu Creative Market di depan Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (15/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Ragam Desain Konsep Pasar Wisata Kota Batu Berebut Juara dalam Sayembara Desain Pasar Besar Kota Batu ‘Ruang yang lebih baik untuk Pasar Wisata’ dan Open Talk Urban Tourism di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu (15/12/2018). Tapi hanya tiga desainlah yang mampu mencuri hati dewan juri.

Ketiga pemenang ini adalah Juara 3 jatuh kepada arsitek dari Yogyakarta,  Juara 2 arsitek dari Jakarta, dan Juara 1 diraih oleh arsitek yang mengangkat tema Batu Creative Market. “Dan hanya satu desain yang akan dipergunakan untuk desain pembangunan Pasar Batu mendatang,” ujar Ketua Panitia Sayembara Desain Pasar Besar Kota Batu, Tarisha Raddin. 

Peraih juara pertama dan berhasil mendapatkan Rp 35 juta dari Pemkot Batu. Desain yang mampu memikat hati juri ini bermula melihat dan mendengar isu ditinggalkannya pasar tradisional oleh generasi milenial yang beralih ke pasar digital menjadi konsep Batu Creative Market.

Karena itu dengan momentum revitalisasi pada tradisional Kota Batu untuk kembali menjadi roda perekonomian, penerap konsep dan desain pasar yang lebih kekinian dapat menjadi daya tarik kaum millenial untuk memberdayakan pasar. Bukan hanya sebagai ruang transaksi tetapi juga kreativitas.

Batu Creative Market pemenang sayembara desain pasar wisata Kota Batu.

Totalnya ada 9 desain yang terpilih dalam sayembara yang iikuti oleh para peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari arsitek muda. Beragam konsep Pasar Wisata disampaikan oleh para peserta dan mendapatkan masukan serta arahan dari para juri. 

Mulai dari kemudahan akses, fasilitasnya apakah ramah pengunjung serta konsepnya lebih kearah pasar tradisional atau pasar modern. Mereka pun memaparkan dihadapan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Sekretaris Daerah Kota Batu Zadiem Efisiensi, Kepala Bappeda Kota Batu M. Chori. 

Menurut Tarisha tujuan dari adanya sayembara ini untuk membuat pasar kota batu memiliki daya saing dengan pasar lainnya yang modern, bersih, bermanfaat. “Serta memiliki kharakteristik sebagai destinasi wisata dengan pertimbangan kearifan lokal masyarakat Kota Wisata Batu berdasarkan masukan dari pembicara,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menjelaskan pasar Kota Batu merupakan dalah satu program Pemkot Batu yang besar dan utama. Sehingga digelarnya sayembara ini agar bisa melihat yang terbaik dari yang terbaik dengan potensi arsitek indonesia. 

dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pembicara dan juri terutama pakar arsitek (profesional) serta seluruh arsitek muda yang disini sangat bagus-bagus. 

“Terkait pasar memang ini sangat krusial karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Untuk pasar kita masih belum bisa hingga saat ini,  sebenarnya bisa kita langsung tunjuk konsultan tetapi kita mau anak-anak muda ini ikut berperan sehingga dibuat sayembara ini,” kata Dewanti. 

“Paling tidak dari hasil ini tahun depan sudah punya perencanaan. Harapannya tidak hanya untuk mencari kebutuhan tetapi menjadi sarana tempat berkumpul bagi masyarakat dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru," harapnya.

Ke depan Pasar Besar Kota Batu tidak hanya sekadar pasar. Nantinya bakal membangun Pasar Besar dengan menambah fasilitas penginapan. Bahkan Pemkot Batu siap jika anggaran yang  digelontorkan untuk membangun Pasar Besar sama nilainya dengan dana membangun Balai Kota Among Tani.

End of content

No more pages to load