MALANGTIMES - Bendera dan spanduk Partai Demokrat yang dipasang di ruas jalan Kota Pekanbaru, Riau diketahui telah dirusak orang tak dikenal pagi tadi (15/12). Dilansir dari CNN Indonesia, insiden pengrusakan yang terjadi pada dini hari di tengah-tengah acara kegiatan internal partai berlangsung. Spanduk yang dirusak salah satunya yakni yang dipasang di depan Hotel Pangeran, tempat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan menginap.

Untuk diketahui, spanduk yang dirusak jumlahnya mencapai ribuan. Hampir semua spanduk yang dipasang diturunkan karena rusak. Begitu juga baliho yang bergambar SBY dan Ani Yudhoyono robek dan jatuh ke tanah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan bahwa satu orang pelaku sudah diamankan dan mengakui perbuatannya sebelum akhirnya diperiksa dengan intensif oleh polisi.

"Satu orang sudah diamankan. Dia mengaku dibayar Rp100 ribu saja untuk merusak. Tapi kami yakin ada aktor intelektualnya," kata Hinca dilansir dari CNN Indonesia (15/12).

Lantas siapa aktor intelektual di balik pengrusakan bendera tersebut? Sebuah video berdurasi 1.25 menit yang beredar di WhatsApp memperlihatkan salah satu pelaku yang baru saja tertangkap. Dalam video tersebut, pelaku sedang diinterogasi beberapa orang. Ia duduk di tanah mengenakan hoodie hitam dengan dikerubungi oleh beberapa orang yang menginterogasinya. Ketika ditanya siapa yang menyuruhnya, lelaki tersebut menyebut-nyebut partai PDI. Si pelaku juga menyatakan sebuah nama yakni Budi.

"Orang PDI nyuruh kau?" ujar penginterogasi.

"Iya, Pak," si pelaku mengaku.

"Siapa namanya?" tanya penginterogasi.

"Budi, Pak," jawabnya.

Dicecar berbagai pernyataan, si pelaku menyatakan bahwa yang menyuruhnya adalah seseorang dengan nama panggilan Budi Toyo. Ketika ditanya siapakah Budi Toyo itu, pelaku menjawab, "Abang-abang yang ngajak-ngajak aku, Pak."

Untuk diketahui, dalam berita yang sudah beredar di berbagai kanal media, pelaku terduga perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat berjumlah 35 orang. Jumlah tersebut juga diiyakan oleh si pelaku yang ada dalam video tersebut.