MALANGTIMES - KPH Perum Perhutani Malang bakal membenahi standart operational procedure(SOP) di Coban Talun Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hal ini dilakukan sebagai buntut dari kejadian tenggelamnya 3 pelajar SDIT Insan Mulia Kota Malang di air terjun tersebut, Selasa 11 Desember 2018 lalu.

Memang sebelumnya di area air terjun Coban Talun sudah ada papan peringatan. Di situ tertulis agar tidak bermain air di dalam area tersebut. Dan beberapa petugas mengawasi wisatawan yang berada di area tersebut. 

Meski begitu, korban tetap ada. Contohnya tiga siswa SDIT Insan Mulia itu.

KPH Perum Perhutani Malang Errik Alberto mengatakan, agar tidak ada lagi kejadian tersebut, memang perlu dibenahi SOP yang sudah ada. Tentunya supaya tidak menelan korban lagi.

"Pengelola akan segera melakukan perbaikan untuk menghindari risiko kecelakaan yang lebih buruk lagi. Mengingat peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya tiga korban adalah yang pertama," ujar Errik.

SOP yang akan dilakukan, pertama dengan melakukan assessment dan memetekan area yang berbahaya.  Perhutani juga menindaklanjuti dengan penambahan pemasangan papan peringatan dan larangan. 

"Di lokasi-lokasi yang memang membahayakan itu, kami akan berikan papan pemberitahuan," imbuhnya, Jumat (14/12/2018). Selain itu selama ini, hanya ada empat papan peringatan dan larangan yang berada di jalan atau akses hingga di lokasi air terjun.

Errik juga akan membuat aturan pendamping kepada pengunjung wisatawan yang akan ke Coban Talun. Terutama bagi instansi atau lembaga yang akan menggelar outbound di Coban Talun dengan membawa anak-anak. 

Ke depan, Perhutani akan membuat aturan rasio pendamping adalah 1:3. Maksudnya, 1 pendamping dengan 3 anak. Lalu petugas keamanan di lokasi wisata Coban Talun akan ditambah. Khususnya di lokasi air terjun. 

"Mengingat saat ini masih ada empat penjaga pada hari biasa dan 10 penjaga pada hari libur. Lalu juga akan menambahkan peralatan emergency berupa pelampung," tambah Errik.

Perbaikan SOP ini juga akan diberlakukan di seluruh air terjun yang ada di Malang Raya. Tentunya agar tidak ada kejadian tersebut. 

Di Malang Raya, ada lebih dari 30 air terjun yang ramai dikunjungi. "Yang ramai dikunjungi misalnya  Coban Putri, Coban Rais, Coban Jahe, Grojokan Sewu. Walaupun  karakteristiknya berbeda, SOP ini akan diberlakukan," ucap Errik. (*)