Wali Kota Malang Sutiaji saat memberi sambutan dalam kegiatan Bawaslu Kota Malang terkait sinergitas dan integritas jelang Pemilu 2019. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberi sambutan dalam kegiatan Bawaslu Kota Malang terkait sinergitas dan integritas jelang Pemilu 2019. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjadi sorotan dalam agenda sosialisasi yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang. 

Wali Kota Malang Sutiaji juga mewanti-wanti jajarannya agar tidak terlibat dalam kampanye politik jelang Pileg dan Pilpres 2019. 

"Saya menegaskan sekaligus berpesan pada ASN untuk terus menjaga netralitasnya selama proses pemilu berlangsung," ujar Sutiaji saat hadir pada acara Rapat Koordinasi Stakeholder Bawaslu Kota Malang. 

Sutiaji mengungkapkan, Pemkot Malang akan terus mengawal jalannya proses Pemilu tahun 2019 mendatang hingga selesai. 

Menurutnya, dibutuhkan sinergitas dari seluruh elemen masyarakat yang ada agar pemilu berlangsung aman dan lancar. 

Menurut Sutiaji, Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dengan modal ikatan sosial "Salam Satu Jiwa" punya potensi menjadi barometer kehidupan berbhineka yang adil. 

"Untuk itu, kelancaran dan kondusifitas pelaksanaan Pemilu adalah kerja bersama seluruh elemen masyarakat," ujarnya. 

"Kami juga telah berkomitmen, bahwa sejak awal akan melakukan proses politik bersih, menjalaninya sebagai bagian ibadah, dengan harapan melahirkan pola layanan yang semakin baik, merata dan adil," tambahnya. 

Berlangsung di ballroom Hotel Balava, hari ini (13/12/2018) kegiatan tersebut diikuti 171 orang peserta dari unsur TNI, Polri serta lurah se-Kota Malang.

Komisioner Bawaslu Kota Malang, Rusmifahrizal Rustam menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi itu mengangkat tema Sinergitas Seluruh Komponen Stakeholder Dalam Mengawal dan Menjaga Pemilu Tahun 2019 yang Demokratis dan Berintegritas. 

Dia menilai, netralitas ASN di lingkungan Pemkot Malang masih harus ditingkatkan.

Mengingat, beberapa waktu terakhir pihaknya mendapati sejumlah ASN telah melakukan tindakan terkategori kampanye. Terutama di media sosial. 

"Karena masa-masa krusial kampanye ini, di Kota Malang kami sudah memproses dua dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh ASN. Maka ini butuh komitmen bersama," tegasnya. 

End of content

No more pages to load