MALANGTIMES - Menjelang pergantian tahun 2019, sepertinya peredaran minuman keras (miras) kian marak.

Terbukti, dalam tiga hari berturut-turut, tiga pengedar miras diamankan polisi. 

Tidak main-main, puluhan botol miras didapat petugas saat giat jelang Oprasi Lilin 2018, Kamis (13/12/2018)

Terbaru, Suantono warga Jalan Branjangan, Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, diringkus petugas kepolisian setelah kedapatan memiliki miras jenis trobas. 

“Sebanyak 13 botol miras jenis trobas, kami sita dari tangan tersangka,” terang Kanitreskrim Polsek Turen Iptu Hari Eko Utomo.

Pria 40 tahun itu kedapatan menjual miras namun tidak mengantongi ijin resmi. Guna kepentingan penyidikan, 13 botol miras yang terisi penuh diamankan polisi. 

Sedangkan pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang kayu ini, dilakukan pendataan dan pembinaan sebagai efek jera agar tidak mengulangi perbuatan serupa. 

“Terhadap pelaku dapat dikenakan pelanggaran tipiring (tindak pidana ringan), ini masih kami lakukan pengembangan,” tutur Hari.

Kepada MalangTIMES, Hari menambahkan, terhitung sejak Selasa dan Rabu lalu, sedikitnya ada 2 pelaku lain juga sudah diamankan. 

Dari tangan keduanya, total 20 botol miras jenis trobas dan berbagai merek disita petugas. 

“Ketiga tersangka kami amankan setelah mendapat laporan keluhan dari masyarakat, penyelidikan masih berlangsung diperkirakan masih banyak jaringan penjual Miras di wilayah Kecamatan Turen,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska.

Menurutnya, ada delapan kecamatan yang masuk zona rawan peredaran miras. 

Selain Kecamatan Turen, beberapa wilayah lain yang ada di Malang Selatan, juga menjadi sasaran pendistribusian minuman syetan tersebut. 

Yakni Kecamatan Tumpang, Dampit, Gedangan, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Pagelaran, Bantur, dan Donomulyo. 

“Miras memang sering menjadi pemicu tindak kriminal, untuk itu kami sedang giat-giatnya memberantas peredaran miras,” tegas Aska.