Wali Kota Malang Sutiaji (berpeci hitam) mengangkat air siap minum produksi PDAM Kota Malang dalam agenda Digital Transformation Summit 2018 dan launching TCC. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (berpeci hitam) mengangkat air siap minum produksi PDAM Kota Malang dalam agenda Digital Transformation Summit 2018 dan launching TCC. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang secara resmi meluncurkan program dan aplikasi sistem Total Water Utility Integrated Network (TWUIN) Command Center atau TCC, hari ini (13/12/2018). Wali Kota Malang Sutiaji juga berwacana akan "menjual" paket belajar mengatasi kebocoran sambungan air berbasis inovasi rintisan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang itu. 

Untuk kemajuan PDAM, Sutiaji mengaku Pemkot Malang mendorong pembentukan peraturan daerah (perda) khusus. "Nanti PDAM bukan hanya mengelola air, tetapi unit-unit (usaha) yang lain. Karena saat ini sudah punya TWUIN yang akan dikembangkan," ungkapnya di sela kegiatan Digital Transformation Summit 2018 di kantor PDAM Kota Malang. 

Keberadaan TWUIN, lanjutnya, menarik perhatian banyak pihak untuk belajar. "Ketika nanti ada (daerah lain) yang ingin tansfer knowlegde (belajar) nanti ada nilainya (biaya khusus) dan masuk ke Pemkot Malang sebagai salah satu pundi-pundi pendapatan daerah," terang pria yang juga pengurus PCNU Kota Malang itu. 

Dalam sambutannya, Sutiaji juga menegaskan agar PDAM Kota Malang segera mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atas TWUIN. "Apalagi ini kan upaya bertahun-tahun, tidak tiba-tiba. Kami juga terus melacak, sejauh mana efektivitas alat yang berupa inovasi ini," paparnya. Selain memiliki lisensi, keberadaan TWUIN juga diharapkan bisa memacu kualitas dan produktivitas layanan air. 

"Efisiensi masuk, karena saat ada laporan langsung ada tindakan.Tingkat kebocoran terpantau, keuangan juga," tegasnya. Sutiaji menyebut bahwa saat ini produksi air PDAM Kota Malang sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, terdapat sisa produksi karena meski sudah menyediakan air untuk 100 persen tetapi sambungan rumah yang terpasang baru sekitar 88 persen.

Pjs Direktur Utama PDAM Kota Malang, Anita Sari mengungkapkan kegiatan Digital Transformation Summit 2018 tersebut merupakan ajang belajar sekitar 53 PDAM se Indonesia. Terutama untuk menyambut era transformasi digital dalam revolusi industri 4.0. "Rangkaian kegiatan yang kami lakukan ini intinya Dari Tukang Ledeng untuk Tukang Ledeng, ada 14 seminar terkait ruang lingkup masalah yang sering ditemui tukang ledeng," ujarnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Wali Kota Pasuruan, Bupati Buleleng, Wabup Jember, Wabub Sukabumi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Sekda Kota Malang Wasto sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM Kota Malang. "Kami membuka lima klinik, misalnya terkait penanganan kebocoran saluran, efisiensi, IOT atau pemanfaatan internet, dan lain-lain," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load