Besok, Inspektorat Kabupaten Malang Kumpulkan 120 Desa, Ada Apa?

MALANGTIMES - Di penghujung tahun 2018, Inspektorat Kabupaten Malang kembali menggelar kegiatan terkait pengelolaan keuangan di pemerintah desa (pemdes) yang bersumber dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bagi Hasil Pajak dan Retribusi serta pendapatan asli desa (PAD). 

Tidak tanggung-tanggung, besok Kamis (13/12/2018) Inspektorat Kabupaten Malang mengundang 120 desa dari 33 kecamatan yang ada di wilayah Bumi Arema di Hotel Savana Kota Malang.  

Dengan komposisi peserta dari unsur Kepala Desa (Kades), bendahara desa dan PTPKD (Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa). 

Inspektor Inspektorat Kabupaten Malang Tridiyah Maestuti, membenarkan agenda pemanggilan kepada 120 desa tersebut. 

"Insya Allah besok memang kita ada kegiatan untuk itu. Ini dalam rangka penyampaian hasil audit yang telah kita laksanakan sepanjang tahun ini," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang,  Rabu (12/12/2018) kepada MalangTIMES. 

Pemanggilan 120 desa tersebut pun telah ditindaklanjuti dengan surat resmi yang telah dilayangkan kepada 33 kecamatan yang akan diundang besok. 

Tridiyah menjelaskan, bahwa undangan tersebut dalam upaya melakukan penyampaian hasil temuan di tahun 2017 sekaligus sebagai ruang klarifikasi kepada 120 desa yang telah diaudit.

"Jadi bukan untuk diaudit. Tahun ini sudah selesai. Sedang desa yang belum kita lanjutkan tahun depannya," ujarnya. 

Penyampaian lembar temuan tersebut akan dipaparkan atau di ekspos sebagai upaya meminta kesanggupan pemdes dalam menindaklanjutinya. 

Klarifikasi menjadi syarat mutlak bagi Inspektorat Kabupaten Malang dalam memberikan rekomendasi kepada 120 desa yang diundangnya, besok. 

Apakah rekomendasinya berupa perbaikan administrasi atau pengembalian dana ke kas daerah atau negara. 

"Tergantung dari klarifikasi serta kesiapan tindaklanjut dari desa. Kita beri waktu 60 hari untuk menyelesaikan temuan dari hasil audit yang telah dilakukan," urai Tridiyah. 

Tridiyah melanjutkan, agenda besok hari menjadi penting bagi 120 desa dalam pengelolaan dana desa di tahun 2017. 

Pasalnya,  pihak Inspektorat Kabupaten Malang sangat membutuhkan klarifikasi atau tanggapan dari temuan yang ada di tahun 2017 lalu.

Sehingga, pemdes bisa memberikan data-data yang dimungkinkan pada saat audit yang dilakukan tahun 2018 untuk anggaran 2017, tidak tercukupi. 

Misalnya, ucap Tridiyah, saat audit ada bukti-bukti yang tidak ditemukan. 

"Ternyata bukti tersebut ketlingsut, misalnya dan baru ditemukan setelah audit selesai. Ini yang besok harus dibuktikan sehingga tidak jadi temuan yang wajib ditindaklanjuti. Ada pemutakhiran data temuan," ujarnya. 

"Jadi besok itu kesempatan bagi 120 desa untuk memberikan tanggapannya atas temuan kita. Tentunya, sekali lagi kita ini pemeriksa internal jadi sifatnya adalah pembinaan, " pungkas Tridiyah. 

Top