Kunjungan Wabup Malang HM. Sanusi di berbagai wisata pantai Malang Selatan menghasilkan beberapa catatan penting. (Humas for MalangTIMES)
Kunjungan Wabup Malang HM. Sanusi di berbagai wisata pantai Malang Selatan menghasilkan beberapa catatan penting. (Humas for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak bisa disangkal, keberadaan puluhan pantai indah yang berada di Kabupaten Malang telah menjadi magnet besar bagi wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Tercatat, kunjungan wisatawan ke wisata pantai masih mendominasi sektor pariwisata di Kabupaten Malang. Sampai tahun 2017 lalu, persentase kunjungan ke berbagai wisata pantai sebanyak 23 persen. Angka tertinggi dibandingkan dengan wisata lainnya,  seperti wisata alam lain, sejarah, wisata buatan, pemandian, wisata agro dan pesarean. 

Data kunjungan wisata pantai tersebut yang membuat Wakil Bupati (Wabup) Malang HM. Sanusi secara langsung menyusuri berbagai destinasi wisata pantai di Malang Selatan beberapa hari lalu.  Penelusuran Sanusi tersebut dalam rangka mengoptimalkan potensi-potensi yang masih tersimpan di puluhan bahkan ratusan pantai yang ada di Kabupaten Malang. 

"Itu dalam rangka penggalian potensi. Saya berharap ada nilai tambah yang lebih optimal di wisata pantai. Sehingga perekonomian masyarakat semakin meningkat," kata Sanusi, Selasa (11/12/2018). 

Ada beberapa catatan dari kunjungan Sanusi ke berbagai pantai di Malang Selatan tersebut. Salah satunya adalah mengenai masih kurangnya fasilitas infrastruktur di berbagai wisata pantai yang dikunjunginya. Misalnya,  Pantai Ngudel memerlukan adanya tempat ibadah sehingga wisatawan yang datang tidak kesulitan saat akan beribadah. 

Sedangkan Pantai Nganteb  membutuhkan pengadaan penerangan jalan (PJU) sejak dari pintu masuk sampai ke lokasi. Sanusi juga menyoroti  beberapa persoalan akses jalan ke lokasi yang masih belum begitu representatif. 

Catatan wabup Malang tersebut sebagai bagian untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung wisata pantai di Malang Selatan. Sehingga, masih menurut Sanusi, akan semakin membuat nyaman wisatawan. "Yang ujungnya akan meningkatkan kunjungan semakin banyak setiap tahun. Kalau kunjungan wisatawan banyak, maka kesejahteraan warga sekitar pun terdongkrak," ujarnya. 

Di Pantai Tiga Warna pun, Sanusi memberikan catatan untuk melengkapi fasilitas pendukung wisata yang sempat masuk dalam Apresiasi Pariwisata Indonesia (API) 2017 lalu itu.  Ia menegaskan, pantai konservasi ini butuh dilengkapi sarana dan prasarana yang lebih memadai bagi wisatawan. "Fasilitas  kamar mandi dan musala itu penting. Ini yang harus juga bisa dilengkapi," ucap Sanusi yang juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk  ikut mendukung relawan pantai terkait menjaga kebersihan. 

Berbagai catatan tersebut tentunya cukup relevan dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang. Khususnya di destinasi wisata pantai yang masih menjadi primadona wisatawan. 

Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, tercatat kunjungan wisatawan pada semester pertama 2018 telah mencapai 4 juta lebih. Jumlah tersebut dimungkinkan meningkat semakin banyak pada akhir tahun 2018 serta bisa melampaui target yang ditetapkan dalam jumlah kunjungan  tahun 2018, yaitu sebesar 7 juta wisatawan. 

"Tercapai dan terlampaui target kunjungan tersebut. Setiap minggu wisatawan terus mengalir dalam jumlah banyak. Terutama wisatawan yang ke pantai yang masih jadi primadona saat ini, selain wisata desa yang juga telah menjadi primadona lain dalam pariwisata Kabupaten Malang," ucap Made Arya Wedanthara, kadisparbud Kabupaten Malang. (*)