Mahfud MD (empat dari kiri dan  pakai kacamata) dalam foto yang ia unggah di twitter bersama kader KAHMI yang ada di Tokyo. (@mohmahfudmd)
Mahfud MD (empat dari kiri dan pakai kacamata) dalam foto yang ia unggah di twitter bersama kader KAHMI yang ada di Tokyo. (@mohmahfudmd)

MALANGTIMES - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia 2008-2013 Mahfud MD menyebut jika dirinya sudah memiliki pilihan dan jagoan dalam Pilpres 2019. Dia menyampaikan informasi itu melalui cuitannya di twitter pada Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam cuitannya tersebut, Mahfud menyertakan foto dirinya yang tengah berpose bersama kader KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) yang ada di Tokyo. Dia bercerita, dalam pertemuannya dengan para pemuda tersebut, sempat membahas Pemilu 2019. Salah satunya berkaitan dengan siapa yang akan dipilih dan dijagokan pria asal Sampang, Madura, itu nanti.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Teman-teman KAHMI di Tokyo tadi malam menanyakan: 'Pemilu 2019 Bang Mahfud memilih yang mana? Kami menunggu isyarat'. Saya jawab, saya pasti memilih, tapi saya takkan mempengaruhi Anda. Anda-anda ini terdidik, tak mungkin bisa dipengaruhi oleh saya. Selanjutnya dipandu Mbak Alinda kami makam malam ramai-ramai," cuit Mahfud.

Tak berhenti di situ. Cuitan guru besar hukum tata negara  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu pun menarik banyak warganet untuk membalas di kolom komentar twitter miliknya. Tak sedikit yang meminta ketegasan atas pilihan Mahfud dalam Pilpres 2019 nanti. Meski tidak menyebut nama yang akan dia pilih nanti,  Mahfud memberi ketegasan jika ia memiliki kriteria.

Kriteria itu adalah calon pemimpin yang lebih baik dan lebih sedikit jeleknya. Sebab, ia menilai tidak ada kandidat yang sempurna. Tapi memilih adalah hak konstitusional yang sangat disayangkan jika tidak digunakan. 

Cuitan Mahfud terkait kriteria calon yang akan ia pilih itu bermula dari cuitan akun @bagiartaketut di kolom komentar miliknya. "Saya juga pasti memilih, memilih untuk tidak memilih," tulis @bagiartaketut.

"Mas Ketut, Golput? Saya bergabung dalam komunitas Golfu (Golongan Mahfud) yang digagas dosen FH Unand Feri Amsyari. Yakni memilih yang lebih baik, memilih yang lebih sedikit jeleknya. Tak ada kandidat yang sempurna, tapi memilih adalah hak konstitusional yang sayang kalau tidak digunakan," jawab Mahfud.

Cuitan Mahfud di twitter juga mengundang  penyanyi sekaligus dokter kenamaan Tompi melalui akunnya @dr_tompi untuk ikut berkomentar. Dalam cuitan yang ia tautkan pada kolom komentar milik Mahfud itu, Tompi bertanya terkait isyarat seorang pria yang berada di dalam foto bersamanya.

"Pak @mohmahfudmd itu di belakang bapak ada yang kasih kode pilihan bapak wkwkwkw. Dia spontan gak nahan kekekekek," tulisnya.

"Haha. Itu Dr Sidik, dosen ITB," jawab Mahfud.

Sementara itu, akun @tri_sus menulis, "Tapi mereka menunggu pak.. jangan terlalu kaku pak.. kami mengidolai anda.. please lupakan peristiwa kemarin.. ayo semangat pak.. apapun pilihan bapak. kami ikut..,".

"Wah, berlebihan Mas Tri. Tidaklah mereka tidak menunggu saya. Tapi pilihan saya adalah 'memilih' satu di antara para kandidat. Saya penganut konstitusionalisme," timpal Mahfud. (*)