Kota Malang meraih penghargaan Innovative Government Award 2018 (foto: Endang for Malang Times)

Kota Malang meraih penghargaan Innovative Government Award 2018 (foto: Endang for Malang Times)



MALANGTIMES - Inovasi Brexit Puskesmas Janti adalah salah satu inovasi di Kota Malang yang turut serta menyumbang kesuksesan Kota Malang dalam meraih penghargaan di Innovative Government Award 2018 yang digelar Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Acara tersebut digelar di Puri Agung Convention Hall, Hotel Sahid, Jakarta pada 7 Desember 2018 lalu.

Nah, inovasi di Puskesmas Janti adalah terobosan inovatif bagi disabilitas bernama Braille E-Ticketing Extraordinary Information (Brexit) yang digagas pada tahun 2017 silam. Inovasi ini memberikan layanan optimal khususnya bagi pasien penyandang disabilitas netra.

Mengenai Innovative Government Award 2018, seperti diinfokan Drs. Safrizal ZA, M.Si. Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Kemendagri RI melalui Humas Pemkot, ada 5 provinsi, 10 kota, 10 kabupaten, dan 2 daerah tertinggal yang dinilai inovasi daerahnya sangat inovatif.

“Provinsi, kota dan kabupaten tersebut kita hadirkan dan kepala daerahnya kita minta untuk paparan di kantor Kemendagri, dan Kota Malang dalam pencermatan kami ada 138 inovasi daerah, dan ada enam yang secara khusus kita lihat progresnya, diantaranya terkait layanan kependudukan GAMPIL, layanan PDAM TUiN, layanan Puskesmas Brexit, Layanan Kelurahan SINGO, layanan Tata Ruang SIPETARUNG dan Kampung Tematik,“ ujar Safrizal.

Menurut Kepala Puskesmas Janti
Endang Listyowati, S.Kep.Ns, M.MKes, inovasi Brexit sendiri adalah inovasi yang baru dan belum ada di seluruh Indonesia selain di Puskesmas Janti. Namun, ia berharap inovasi ini bisa direplikasi oleh puskesmas-puskesmas lain.

"Ini adalah inovasi yang baru dan belum ada di seluruh Indonesia. Di Janti satu-satunya," ujarnya tadi (10/12) saat ditemui di Puskesmas Janti.

Untuk saat ini, Endang menyatakan bahwa daerah yang sudah mereplikasi inovasi ini adalah Bandung dan Situbondo. Untuk tahun depan, akan ada beberapa kota dan kabupaten yang datang ke Puskesmas Janti terkait replikasi Brexit tersebut.

"Harapan Puskesmas Janti supaya inovasi Brexit ini direplikasi di Kota Malang khususnya di semua puskesmas Kota Malang. Dan bisa direplikasi lebih luas lagi oleh daerah-daerah lain," tandas Endang.

Untuk diketahui, ke depannya Puskesmas Janti akan mengembangkan layanan disabilitas tidak hanya untuk pasien netra saja. Akan tetapi juga jenis disabilitas lain.

"Saya dapat masukan supaya Janti ini tidak hanya inovasi untuk pasien disabilitas netra saja, tetapi juga untuk semua disabilitas. Jadi bisa disabilitas netra, bisa disabilitas tuna rungu, kemudian tuna daksa, dan lain-lain. Kita sudah berproses. Insya Allah 2019 kita mulai mewujudkan itu. Itu sesuai dengan masukan dari tim juri inovasi pelayanan publik (ayo inklusif) dan Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur, serta Kemendagri," ungkapnya.

 

End of content

No more pages to load