Tahun Depan Dinas Perdagangan Lanjutkan Edukasi Konsumen Cerdas ke Pelajar SMA

MALANGTIMES - 2019 mendatang, para pelajar di SMA atau SMK di Kota Malang, bakal mendapat giliran untuk mendapatkan penataran atau edukasi terkait tentang bagaimana menjadi konsumen cerdas (koncer)

Penataran atau edukasi itu, bakal dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang terhadap  empat sekolah baik SMK maupun SMA dengan total peserta sekitar 100 siswa generasi bangsa pada era milenial seperti saat ini.

Dengan edukasi menjadi konsumen cerdas itu, para pelajar Kota Malang diharapkan menjadi pelopor koncer yang bisa menularkan pengetahuan mereka sebagai koncer kesekitarnya, utamanya keluarga, teman dan masyarakat luas.

"Kalau ditanya kenapa pelajar, ya karena lewat jaringan mereka yang pada era saat ini luas, serta dengan gaya hidup mereka, diharapkan bisa menyebarluaskan edukasi koncer ini, dimana merupakan salah satu gerakan perlindungan konsumen. Untuk jenjang SMP dan SD kan sudah dilakukan," jelas Kasi Tertib Niaga, Luh Eka Wulantari (9/12/2018)

Dilanjutkan Kasi cantik ini, dengan menjadi konsumen cerdas, hal tersebut tentunya akan sangat berguna bagi diri mereka masing-masing.

Dampaknya tak hanya untuk penghematan pengeluaran, namun tentunya juga berdampak pada hal lain seperti kesehatan.

"Kalau mereka membeli barang, benar-benar memilih apa yang mereka butuhkan dan mengesampingkan barang yang hanya untuk kesenangan semata.

Kemudian, jika memilih satu produk makanan, tentunya mereka harus cerdas, benar-benar teliti dalam memilih makanan yang bersih dan aman," bebernya

Selain itu, ketelitian dalam melakukan pengecekan sebelum membeli sebuah produk juga begitu penting. 

Sebab, jika tidak begitu, maka bisa saja konsumen membeli barang yang kadaluarsa, meskipun secara kemasan terlihat masih bagus.

"Makanya juga harus teliti melihat komposisi, apakah mengandung borak, rodamin, formalin atau tidak. Jangan langsung main ambiL terus ke kasir, jika nanti barang yang dibeli kadaluarsa, kemudian dikonsumsi terus konsumen sakit tentunya yang rugi mereka sendiri," terangnya.

Selain mengedukasi terkait bagaimana menjadi koncer, mereka juga diedukasi untuk lebih mencintai produk bangsanya sendiri. 

Sebab, saat ini, produk-produk dalam negeri, sebenarnya kualitasnya memang tak kalah jauh dengan produk kualitas luar negeri.

"Kan mereka saat ini banyak yang condong ke produk luar, padahal produk sini itu juga bagus. Nggak kalah sama luar negeri. Membeli produk bangsa sendiri kan juga ikut berperan dalam membangun perekonomian negara," pungkasnya

 

Top