Tim Salob Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang terus bergerak melayani aduan warga atas jalanan berlubang di musim hujan saat ini. (Nana)

Tim Salob Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang terus bergerak melayani aduan warga atas jalanan berlubang di musim hujan saat ini. (Nana)



MALANGTIMES - Hujan yang setiap hari mengguyur wilayah Kabupaten Malang ditambah jumlah kendaraan-kendaraan besar dengan tonase melebihi kekuatan aspal jalan membuat berbagai ruas jalan  menjadi mudah rusak setiap tahun.

Aspal retak, mengelupas, sampai akhirnya berlubang di mana-mana mulai kembali menjadi pemandangan para pengendara. Masyarakat pun kembali protes dan mengirimkan aduan kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Mereka meminta secepatnya jalanan yang rusak, khususnya yang berlubang di berbagai wilayah,  diperbarui. 

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang pun kembali mengerahkan pasukan sapu lobang (salob)-nya di akhir tahun ini. Pasukan Salob Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang merupakan tim dalam melakukan penyisiran jalan yang rusak di 7 unit pelaksana teknis (UPT) yang membawahi 33 kecamatan. 

Pasukan Salob Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang pun bergerilya dengan berbagai keterbatasan yang dimilikinya. "Petugas salob kami berputar satu wilayah ke wilayah lain di bulan-bulan saat hujan mulai kembali turun. Mereka dengan kemampuan yang ada melakukan penambalan-penambalan jalan berlubang," kata Romdhoni, kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang,  Minggu (09/12/2018). 

Tentunya, lanjut Romdhoni, dengan berbagai keterbatasan yang ada, pihaknya belum mampu memenuhi ekspektasi masyarakat yang melakukan pengaduan jalan rusak serta meminta aduannya untuk segera dipenuhi seketika itu juga.  Beberapa hal yang menjadi kendala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang adalah terbatasnya sumber daya manusia (SDM), anggaran, serta luasnya wilayah yang harus ditangani.

 "Kami berharap bisa memenuhi harapan masyarakat. Tapi tentunya tidak bisa seperti membalik tangan. Pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan jalan terus kami lakukan dengan sistem bertahap," ujar Romdhoni yang kerap dinasnya menjadi sasaran kegeraman masyarakat atas jalan rusak selama ini. 

Aduan masyarakat di akhir tahun ini terhadap Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang adalah mengenai muncul banyaknya lubang di jalan-jalan. Aduan tersebut yang, menurut Romdhoni, telah mereka jawab dengan mengerahkan pasukan salob yamg ada di 7 UPT-nya. 
Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan sisa-sisa anggaran yang ada, melalui pasukan salob, bekerja secara cepat melayani aduan masyarakat. Seperti di wilayah Pakis-Tumpang yang kondisi jalannya mulai banyak yang berlubang. 

"Petugas salob telah melakukan penambalan di wilayah tersebut. Di beberapa titik bahkan kami bangun juga drainasenya. Tapi memang belum bisa optimal saat ini dengan harapan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Malang," ujar Romdhoni. 

Pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang,  berharap masyarakat bisa bersabar dan memahami kondisi yang ada. "Kami terus bergerak untuk memenuhi harapan masyarakat. Tentunya dengan kemampuan yang kami miliki. Tapi, lepas dari itu, kami berterima kasih dengan adanya aduan atau laporan warga tentang jalan yang rusak," pungkas Romdhoni. (*)

 

End of content

No more pages to load