Bikin Tambah Cantik dan Sembuhkan Penyakit, Buah Asli Indonesia Ini Makin Langka

Screenshot Video (youtube)
Screenshot Video (youtube)

MALANGTIMES - Indonesia memang sangat kaya akan jenis tumbuhan dan buah-buahan. Di beberapa kawasan, terdapat banyak spesies dan jenis buah dengan cita rasa yang sangat menggiurkan, bahkan tak bisa ditemui di belahan bumi lainnya.

 Selain memiliki cita rasa yang unik, buah asli Indonesia itu bahkan berkhasiat untuk dunia kecantikan serta mampu dijadikan sebagai obat tradisional dan menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

Tapi sayangnya, keberadaan sederet buah asli Indonesia dengan cita rasa menggiurkan dan kaya manfaat itu saat ini tak banyak lagi. Beberapa bahkan semakin langka dan susah untuk ditemui, bahkan di pasar buah sekalipun.

Dilansir dari channel youtube Dedjoem, tercatat ada enam buah asli Indonesia yang kini telah langka. Masing-masing memiliki keunikan dan dulu sampai sekarang masih banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Berikut enam buah asli Indonesia yang keberadaannya sudah mulai langka itu.

1. Buah Kawista

Pertama ada kawista. Sepintas, buah ini memiliki bentuk yang tak jauh berbeda dengan melon karena bentuknya yang bulat dan berdiameter lumayan besar dengan warna kulit buah putih sedikit cokelat kehijauan.

 Di Indonesia, kawista tergolong sebagai buah eksotik. Buah ini diperkirakan awal mulanya berasal dari India dan sangat mirip dengan bola batu. Saat sudah masak, buau ini memiliki aroma dan wangi yang sangat menggoda.

 Saat ini, buah kecokelatan tersebut masih bisa ditemui di beberapa daerah di Rembang dan sekitarnya dan populasinya masih lumayan banyak. Di sana, kawista ini banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sirup. Sementara di beberapa daerah di Jawa, kawista lebih banyak dikenal dengan istilah kawis dan di Bali dinamakan sebagai pohon kusta.


2. Buah Maja
Kemudian di urutan ke dua adalah buah maja. Buah yang selalu dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit ini memang masih bisa ditemui di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Malang. Namun keberadaannya memang tak sebanyak dulu. 

Maja merupakan tumbuhan berbentuk pohon yang tahan dengan lingkungan keras dan mudah luruh daunnya. Pohon ini berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika. Tanaman ini banyak tumbuh di pekarangan tanpa harus ada perawatan ekstra. Buahnya pun sering dipanen untuk dibuat sirup dengan rasa yang cukup menggoda juga. Di Bali, buah maja ini sering ditukar dengan berunuk, meski keduanya adalah jenis yang berbeda.


3. Buah Mundu
Selanjutnya adalah buah mundu. Buah berwarna kuning ini merupakan buah asli Indonesia yang juga memiliki cita rasa sangat lezat. Buah dengan nama latin Garcinia Dulcis ini merupakan tanaman rimbun dengan tinggi pohon mencapai 10 sampai dengan 13 meter. 

Tanaman ini banyak ditemui di Jawa dan Kalimantan. Di Kalimantan, mundu dikenal dengan nama baros dan jawura. Selain itu, buah ini bisa ditemui di Jawa Barat. Bahkan, nama buah ini juga dijadikan sebagai nama di beberapa daerah di Jawa Barat.


4. Buah Rukem
Rukem atau dalam bahasa latin disebut Flacourtia Rukam merupakan nama pohon penghasil buah yang merupakan asli Indonesia. Keberadaan tanaman ini mulai langka karena hanya dijadikan sebagai tanaman pekarangan bukan tanaman budidaya dan komersial. 

Buah ini memiliki warna ungu dan berbentuk bulat. Saat akan menikmatinya, terlebih dulu harus dipijat agar masam pada buah hilang. Buah ini banyak dijadikan rujak dan asinan atau dicampur gula dan dijadikan selai. Sementara buah yang masih muda dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati diare dan disentri.


5. Buah Matoa
Berikutnya adalah Matoa (Pometia Pinnata). Buah ini kulitnya berwarna hijau keunguan. Sedangkan buahnya sendiri berwarna putih bening seperti leci.

 Buah Matoa ini merupakan buah asli Papua yang umumnya berbuah setahun sekali. Berbunga pada bulan Juli hingga Oktober dan berbuah tiga sampai empat bulan kemudian. Rasa buah ini sangat manjs dan mirip perpaduan leci, rambutan, dan lengkeng.


6. Buah Kepel
Terakhir ada kepel atau Stelechocarpus Burahol. Buah ini nerupakan tanaman identitas DI Yogyakarta karena dulunya kepel sangat digemari putri keraton-keraton di Jawa. Alasannya, buah ini diyakini mampu membuat aroma keringat menjadi wangi dan air seni tidak berbau tajam. 

Buah kepel juga diyakini berkhasiat untuk kecantikan dan menjadi deodoran putri keraton zaman dulu. Di lingkungan keraton Jawa, k\epel memiliki nilai filosofi sebagai perlambang kesatuan dan keutuhan mentak serta fisik. Namun karena lebih banyak ditanam di lingkungan keraton, buah ini menjadi langka dan tak banyak yang mengenalnya. Buah ini memiliki warna kecokelatan dan bentuk seperti sawo. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top