Tingkatkan Stamina dengan Konsumsi Protein Hewani

ISPI dan Fakultas Peternakan UB gelar aksi gizi untuk kampanyekan makan protein hewani
ISPI dan Fakultas Peternakan UB gelar aksi gizi untuk kampanyekan makan protein hewani

MALANGTIMES - Pernahkah kamu merasa staminamu kurang dan tubuhmu tidak fit? Bisa jadi penyebabnya karena kamu kekurangan protein hewani. Protein hewani ini antara lain daging, susu, telur, dan lain-lain.

Masyarakat Indonesia memang kurang mengonsumsi protein hewani. Konsumsi daging di Indonesia sendiri rata-rata hanya 2,4 kg sampai 2,5 kg per tahun per orang. Hal ini dinyatakan oleh Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya (UB).

"Itu sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain yang bisa sampai 10 kali lipat.  Itu penyebabnya stamina kita sering kurang fit," ujar Dekan Fapet UB Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Suyadi, MS saat ditemui di lapangan futsal Fakultas Peternakan tadi (8/12).

Untuk itulah Ikatan Sarjana Ilmu Peternakan Indonesia (ISPI) bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UB dan masyarakat sekitar dalam Kongres ke XII mengadakan aksi gizi untuk kampanyekan makan protein hewani Sabtu ini (8/12). Dalam aksi gizi tersebut, turut mengundang beberapa sekolah mulai dari TK, SD, hingga SMP.

"Aksi gizi dalam semangat kita meningkatkan gizi dari protein hewani. Maka berharap ke depan konsumsi masyarakat untuk gizi dari protein hewani akan meningkat," ujar Suyadi.

Suyadi menyatakan, protein hewani yang dikonsumsi tidak akan bisa diganti dengan protein yang lain. Protein hewani memiliki struktur dan kualitas yang berbeda dengan protein yang lain. "Artinya tubuh kita mengandung protein hewani. Sel kita mengandung protein hewani. Artinya sel kita membutuhkan protein hewani yang tidak bisa digantikan dengan protein yang lain," tandasnya.

Nah, dengan meningkatnya konsumsi gizi nasional untuk protein hewani, Suyadi menyatakan ia berharap kinerja nasional meningkat, daya tahan tubuh meningkat,  prestasi meningkat, dan masyarakat menjadi cerdas dan berinovasi sehingga akan membangun indonesia lebih baik lagi.

Sayangnya, banyak masyarakat kurang sadar akan pentingnya konsumsi protein hewani. Bahkan anak-anak sekarang banyak yang lebih memilih membeli makanan lain yang harganya lebih mahal, tapi bisa merusak tubuh.

"Dengan kampanye pentingnya protein hewani ini, harapannya masyarakat semakin sadar, semakin lebih memprioritaskan untuk membeli dan membelanjakan dananya untuk membeli protein hewani, yaitu daging, telur, susu, dan sebagainya," tandasnya.

Suyadi menegaskan, konsumsi protein hewani ini harus dimulai sejak kecil. Sebab apabila dimulai saat sudah dewasa akan susah terbiasa.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top