Wali Kota Malang (kenakan kacamata), Sutiaji saat menandatangani kontrak Lelang Kinerja bersama dengan sembilan OPD yang rampung menyelesaikan proses lelang di Ngalam Command Center, Sabtu (8/12/2018) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Wali Kota Malang (kenakan kacamata), Sutiaji saat menandatangani kontrak Lelang Kinerja bersama dengan sembilan OPD yang rampung menyelesaikan proses lelang di Ngalam Command Center, Sabtu (8/12/2018) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Baru saja dirintis, program Lelang Kinerja yang diprakarsai Wali Kota Malang, Sutiaji sudah mulai dilirik pemerintah pusat. 

Usai melakukan pemaparan dalam forum penilaian Innovative Government Award 2018 yang diprakarsai Kementerian Dalam Negeri yang berlangsung di Jakarta belum lama ini, ketertarikan mulai ditunjukkan karena inovasi terbaru tersebut dinilai mampu membawa perubahan secara masif dalam tubuh pemerintahan daerah.

"Kemarin sebatas pembicaraan personal dan belum pada lembaga. Inovasi Lelang Kinerja banyak yang tertarik karena dinilai sangat bagus. Tapi kita lihat nanti ke depan seperti apa kelanjutannya," terang Wali Kota Malang, Sutiaji pada wartawan usai melakukan Lelang Kinerja di Ngalam Command Center (NCC), Sabtu (9/12/2018).

Setelah dilirik oleh berbagai pihak, menurutnya setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Kota Malang harus semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik. Sebagai pemerintahan yang pertama kali mencetuskan, maka sudah semestinya setiap OPD melakukan yang terbaik sebagai contoh untuk daerah lain.

"Maka saat ini kita harus menjadi yang lebih baik. Jangan hanya kuat dan digembor-gemborkan di awal saja, terus belakangnya nanti kendor," imbuh pria berkacamata itu.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Pak Ji itu menjelaskan, monitoring terhadap masing-masing OPD dapat dilakukan dengan mudah setelah adanya proses Lelang Kinerja. Nantinya, seluruh pemantauan dapat dilakukan oleh Kominfo karena seluruhnya sudah berbasis data.

Proses Lelang Kinerja ini menurutnya memang terbilang sangat berat di awal. Namun dia menilai jika beban berat di permulaan itu akan sangat mudah diuraikan melalui berbagai inovasi terbaru. Sehingga, pembangunan lima tahun ke depan sudah memiliki peta yang pasti dan pembangunan dilakukan secara terstruktur, terencana, dan berkelanjutan.

"Ini akan memudahkan proses pembangunan lima tahun ke depan. Memang harus berdarah-darah di awal, tapi kan ini memang sebuah perjuangan yang harus dituntaskan," tambahnya lagi.

Sementara itu, dalam proses Lelang Kinerja yang dilakukan pada Sabtu (8/12/2018) di Ngalam Command Center, tercatat ada sembilan OPD yang sudah sah menandatangani kontrak Lelang Kinerja untuk lima tahun ke depan. Bukan hanya sembilan OPD, lima kelurahan di kota pendidikan ini juga sudah taken kontrak sebagai wujud komitmen untuk membangun dan menyelesaikan setiap permasalahan di Kota Malang dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

"Sebenarnya hampir semua OPD sudah menyelesaikan kontraknya. Karena semuanya melalui beberapa tahapan dan yang lain akan segera dirampungkan dalam waktu dekat," jelasnya.

Ke sembilan OPD yang melakukan penandatanganan kontrak Lelang Kinerja itu adalah Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Saru Pintu, Dinas Perindustrian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perumahan dan Pemukiman. Kemudian ditambah dengan lima kecamatan di Kota Malang.

Sebagai informasi, Lelang Kinerja merupakan program terbaru yang dicetuskan Wali Kota Malang, Sutiaji. Melalui Lelang Kinerja tersebut, setiap OPD diminta untuk membuat sederet inovasi baru dengan capaian yang ditargetkan. Sehingga, dalam lima tahun ke depan seluruh OPD mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Baik berkaitan dengan layanan publik ataupun permasalahan sosial dan ekonomi.

Dalam proses Lelang Kinerja tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji tidak hadir sendiri. Melainkan didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwojo, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto. Seluruh OPD pun hadir mempresentasikan masing-masing inovasi yang dibuat.

 

End of content

No more pages to load