Rebutkan Piala Presiden, 600 Kambing Beradu di Silatnas ke 6

Salah satu kambing yang akan dinilai oleh dewan juri di atas panggung Eco Green Park, Sabtu (8/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu kambing yang akan dinilai oleh dewan juri di atas panggung Eco Green Park, Sabtu (8/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada 600 kambing peranakan senduro dan etawa adu ketampanan di halaman parkir Jatim Park 2, Sabtu (8/12/2018). Mereka bertanding dalam Silahturahmi Nasional ke 6 Peternak Kambing dan Kontes Piala Presiden 2018 yang digelar oleh Himpunan Peternakan Domba-Kambing bersama Eco Green Park. 

Dari sejumlah 600 kambing yang dilombakan itu pesertanya ada 250 peternak dari berbagai daerah di setiap kota dan kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, hingga Jakarta. Untuk menjadi pemenang, ada beragam kriteria yang dilombakan.

Antara lain untuk kontes kambing peranakan etawa dan senduro. Pembagian kelas kontes kambing senduro yang dilombakan untuk yunior kelas D betina tinggi badan maksimal 70 centimeter. Dan pejantan 80 centimeter. 

Lalu juga kelas intermediet (pertumbuhan) dibuka untuk C betina dan jantan gigi belum poel. Dan untuk senior A jantan dan betina. “Totalnya kategori yang dilombakan ada 17 kategori dengan beragam kriteria penilaian,” ujar Beny Soebianto, Ketua Bidang Kontes Silatnas ke 6 Peternak Kambing dan Kontes Piala Presiden 2018.

Sedangkan penilaian lainnya juga dilihat dari kepala, telinga, postur tubuh, leher atau glambir, perpaduan warna bulu, rambut, kaki. Lainnya ekor, rewos atau jimbrak, ambing atau testis, tanduk, dan keserasian atau keluwesannya.

“Pada intinya penilaian mengenai standart seninya, kesehatan, perawatan, dan standart pertumbuhan serta reproduksi,” imbuhnya kepada BatuTIMES. 

Ia menjelaskan bahwa kontes kambing merupakan bagian seni budaya kambing, diperuntukkan untuk para peternak. Ajang ini juga menjadi tempat silaturahmi dan halalbihalal peternak kambing dan domba Nusantara.

“Juga memberikan kesempatan bagi mereka yang selama ini memiliki hobi dan merawat kambing etawa dan sebagainya,” tambah pria yang juga Wakil Ketua I DPD HPDKI Jawa Timur. 

Operational Manager Eco Green Park Anggun Dwi C. S menambahkan, untuk menguji sejauh mana para penghobi itu. Sehingga tidak hanya sekadar merawat, tetapi juga bisa menghasilkan prestasi. 

“Yang diharapkan mempermudah peternak dalam melakukan evaluasi kambingnya sehingga memperoleh kambing berkualitas layak bibit dan kualitas kontes,” harap Anggun. 

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top