Hujan Datang, Jalanan Kabupaten Kembali Berlubang

Persoalan jalan rusak di wilayah Kabupaten Malang dikarenakan gorong-gorong yang buntu, seperti yang terjadi di Jalan Talangagung. (Nana)
Persoalan jalan rusak di wilayah Kabupaten Malang dikarenakan gorong-gorong yang buntu, seperti yang terjadi di Jalan Talangagung. (Nana)

MALANGTIMES - Hujan mengguyur setiap hari di wilayah Kabupaten Malang. Eksesnya berbagai jalanan kembali mengalami kerusakan. Selain muncul lubang-lubang, juga aspal jalanan mulai banyak yang mengelupas. 

Hal ini terjadi diberbagai wilayah Kabupaten Malang. Tak terkecuali di wilayah perkotaan Kepanjen sebagai ibu kotanya Kabupaten Malang. Beberapa ruas jalan mulai berlubang dan terus semakin melebar dan dalam.

Kondisi tersebut menjadi sangat membahayakan pengendara. Sebab, lubang-lubang yang mulai terlihat banyak di berbagai wilayah Kepanjen tersebut kerap tidak terlihat karena tergenang air hujan. Kondisi ini terlihat di Jalan Talangagung, Penarukan, dan beberapa wilayah lainnya. Minus jalan yang berstatus provinsi yang sejak lama membuat para pengendara tidak nyaman melintasinya.

Beberapa warga sudah mulai mengeluhkan kondisi jalanan tersebut. Walau sebagian warga menyadari kondisi tersebut, beberapa lainnya tidak. Misal, Rohmadin warga sekitar Panarukan, Kepanjen, yang menyatakan, bagi dirinya sebagai masyarakat tentu memiliki hak untuk meminta adanya perbaikan jalan yang rusak secepat mungkin.

“Ini hujan setiap hari, jalan berlubang terus melebar di berbagai tempat dan semakin besar dan dalam. Ini bahaya kalau tidak segera diperbaiki. Makanya, saya minta kepada pemerintah untuk segera atasi jalan rusak itu,” kata Rohmadin, Jumat (07/12/2018).

Warga lain, sebut saja Aminuddin, juga menyatakan, sebagai ibu kotanya kabupaten Malang, tentu harapan warga seluruh jalan di Kepanjen tidak ada yang rusak. Walaupun pada musim hujan sekalipun. “Saya pikir harapan kita sama semua. Jalanan di Kepanjen tidak ada yang rusak. Kita minta agar dinas terkait bisa secepatnya untuk memperbaiki jalanan yang terus berlubang di mana-mana ini,” ujarnya kepada MalangTIMES.

Beberapa aduan warga tersebut, secara langsung ditampung oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.  Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyampaikan, pihaknya tentu tidak tinggal diam dengan adanya jalan yang mengalami kerusakan dikarenakan hujan dan semakin ramainya kendaraan berat yang melintas.

“Penanganan jalan rusak di musim hujan ini terus berjalan. Para petugas dari UPT di wilayah masing-masing yang menerima aduan warga juga langsung turun tangan. Tapi, dikarenakan keterbatasan kita, jadi memang tidak bisa serta merta ada aduan langsung ditindaklanjuti petugas,” ucap Romdhoni menanggapi persoalan tersebut.

Romdhoni melanjutkan, beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan penanganan jalan rusak di wilayah Pakis dan Tumpang. “Tapi, belum selesai di satu titik wilayah tersebut, tim ditarik untuk menangani kerusakan jalan lainnya di wilayah lain. Kita memang kekurangan petugas sekaligus ini sudah masuk akhir tahun,” imbuhnya.

Para petugas Dinas PU Bina Marga setiap kali musim hujan datang, kerap kewalahan dengan banyaknya aduan warga yang masuk. Walau pun tentunya, semua aduan tersebut akan ditindaklanjuti. Tapi, ucap Romdhoni, masyarakat diharap untuk bersabar dengan kondisi yang ada di dalam tubuh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang ini.

“Kami tidak mungkin membiarkan adanya aduan warga terkait hal tersebut. Untuk yang jalan di wilayah Kepanjen, kita akan lakukan inventarisir terlebih dahulu. Sementara penanganan jalan berlubang oleh para petugas dengan cara tambal sulam,” ucap mantan kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang ini.

Wilayah perkotaan seperti Kepanjen kerap jalanan cepat rusak dan berlubang dikarenakan adanya berbagai persoalan. Baik gorong-gorong yang buntu sampai bangunan di pinggir jalan yang posisinya lebih tinggi dari jalan itu sendiri. Kondisi tersebut, terlihat dari kerusakan berkali-kali setiap musim hujan di jalan Talangagung, Kepanjen. 

Saat itu, banyaknya aduan warga yang langsung ditangani petugas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan cara sambal sulam. Hasilnya, kekuatan tambal sulam tersebut tidaklah lama dan akhirnya kembali rusak seperti semula.

Inventarisasi kerusakan inilah yang kemudian menjadi penting dalam memutus rantai jalan yang terus tergerus setiap kali musim hujan datang. “Di Talangagung setelah diinventarisir, akhirnya penanganan yang kita ambil adalah dengan membangun total. Plus dengan membangun gorong-gorongnya,” ujar Romdhoni.

Terkait dengan berbagai penambalan jalan berlubang, Romdhoni menyampaikan akan tetap dilaksanakan oleh pihaknya sampai anggaran di pihaknya telah terserap semua. “Ini kita pakai anggaran tahun ini yang tentu secara jumlah sangat sedikit dengan banyaknya aduan warga yang ingin jalannya segera diperbaiki,” pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top