Niat Jadi Tukang Becak, Pria Asal Malang Malah Jadi Buron Polisi

Becak yang dibeli TEP, DPO kasus pencurian keramik yanng dikejar oleh jajaran Polsek Blimbing, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Becak yang dibeli TEP, DPO kasus pencurian keramik yanng dikejar oleh jajaran Polsek Blimbing, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Niat baik jika ditempuh dengan cara buruk akan berakibat tidak baik. Petuah itu tampaknya cocok diberikan pada TEP, calon tukang becak yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Blimbing, Kota Malang. Penyebabnya, untuk membeli satu buah becak, TEP malah berkomplot mencuri bersama Rudi Laksono.

Rudi sendiri kini sudah diamankan oleh jajaran Polres Malang Kota. Bersama TEP, pria 23 tahun yang merupakan warga Banjar Patoman, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itu nekat menjadi spesialis pencuri keramik. 

Setelah 10 kali melakukan aksinya, akhirnya perbuatan pelaku tercium oleh aparat kepolisian. Pihak kepolisian Polsek Blimbing pun kemudian melakukan penggrebekan saat Rudi tengah melancarkan aksinya pada Minggu (25/11) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Kapolsek Blimbing AKP Triyono Susanto mengatakan, saat itu pelaku tengah mencuri keramik di sebuah gudang keramik yang berada di Jalan Purwosari. "Tersangka ini biasanya melakukan pencurian bersama satu orang temannya, TEP, yang saat ini masih DPO," ujar Triyono, hari ini (7/12/2018) dalam agenda rilis.

Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian pun melakukan pengintaian di sekitar lokasi bersama warga sekitar. "Ternyata pelaku mondar-mandir di lokasi. Kami bersembunyi saat pelaku melakukan aksi. Setelah keluar, kami bersama warga melakukan penangkapan " ujarnya. 

Pada saat ditangkap, pelaku yang sehari hari bekerja sebagai wiraswasta itu kedapatan membawa 10 dus berisi keramik. Namun, saat diamankan, pelaku dari tangan pelaku ternyata ditemukan barang bukti total 27 dus keramik. 

Tri menerangkan, pelaku melakukan aksinya dengan cara merusak pintu dan masuk lewat pintu belakang. "Tersangka masuk dan mengambil satu per satu dus keramik," kata dia. 
Pelaku sendiri bukanlah karyawan dari gudang keramik tersebut. Hanya saja, Rudi sudah beberapa kali mencuri keramik. "Mereka bukan karyawan. Tapi pelaku bersama temannya itu sudah berulang kali mengambil keramik. Sudah 10 kali," jelasnya. 

Dari hasil kejahatannya itu, pelaku menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan. "Kalau TEP, hasil penjualan barang curian itu sudah digunakan untuk membeli becak, kasur, dan sepeda pancal," terangnya. Barang-barang itu, oleh TEP diletakkan di kontrakannya. 

Kini, TEP menjadi buron. Sementara Rudi yang juga pernah ditahan dengan kasus yang sama itu dijerat dengan pasal 363 dan dikenai ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top