Wujudkan Hilirisasi Penelitian, Balitbangda Kabupaten Malang Getol Timba Ilmu

MALANGTIMES - Harapan besar terhadap bergulirnya industri 4.0 dalam mengoptimalkan roda perekonomian rakyat  tidak bisa lepas dari lahirnya berbagai inovasi yang lolos uji riset ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Itu sebagai filter memasifkan berbagai inovasi yang teruji dan mampu menggerek tujuan pembangunan,  yaitu menyejahterakan masyarakat. 

Uji riset iptek di era industri 4.0 tentunya terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Begitu cepat dan beragam di berbagai sektor kehidupan. Inovasi sebagai alat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat pun tidak bisa lepas dari intervensi tersebut. 
Hal tersebut dipahami benar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang. Pergerakan iptek yang berekses pada berbagai penemuan baru dan teruji di tengah masyarakat menjadi keniscayaan. Dan tentunya wajib dikuasai dan dimiliki para inovator maupun pemerintah daerah terkait persoalan tersebut. 

"Kita tidak bisa lepas dari perkembangan iptek saat ini. Khususnya dalam kontek pengembangan riset dan penelitian yang berkembang pesat. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas untuk mengejar berbagai ilmu dalam persoalan ini," kata Mursyidah, kepala Balitbangda Kabupaten Malang, Kamis (06/12/2018) kepada MalangTIMES. 

Berbagai pertemuan lintas daerah, baik berbentuk workshop maupun rapat-rapat koordinasi lintas sektoral, diikuti Balitbangda Kabupaten Malang. Misalnya workshop forum jaringan penelitian dan pengembangan difusi ilmu pengetahuan teknologi sosial budaya Jawa Timur (Jatim), beberapa hari lalu. 

Kepala Balitbangda Kabupaten Malang Mursyidah (Balitbangda for MalangTIMES)

Mursyidah menyampaikan, berbagai pertemuan dan workshop dalam bidang penelitian dan pengembangan lintas daerah menjadi sangat berarti dalam menumbuhkan berbagai inovasi. "Sangat berarti bagi kami. Sehingga kami mengetahui berbagai perkembangan dalam iptek serta inovasi dari daerah lainnya. Selain tentunya untuk menambah ilmu yang bisa kami terapkan di Kabupaten Malang," ujar mantan kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Malang ini. 

Dari berbagai pertemuan yang diikuti Balitbangda Kabupaten Malang, Mursyidah kerap menyampaikan tentang konsep hilirisasi hasil penelitian.  Hilirisasi hasil penelitian yang dimaksud Mursyidah secara sederhana adalah hasil-hasil penelitian yang telah lulus uji harus bisa dipraktikkan dan dirasakan oleh masyarakat banyak. "Jadi, tidak hanya berhenti di studi atau penelitian. Tapi harus bisa dipraktikkan dan manfaatnya dirasakan masyarakat," ujarnya. 

Mursyidah mencontohkan hasil penelitian pihaknya yang dinamakan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Apel yang menuai banyak pujian dari berbagai kalangan sampai mendapat penghargaan dari Kemenristek Dikti 2017 lalu. Terobosan tersebut terbukti mampu menjadi solusi dalam sektor pertanian dan olahan apel di Kabupaten Malang. "Artinya, hasil penelitian dari inovasi tersebut bisa dirasakan manfaatnya terhadap petani dan masyarakat luas," ucap Mursyidah. 

Untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada di Kabupaten Malang dalam melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, Balitbangda Kabupaten Malang terus melakukan peningkatan kapasitas di dalam tubuhnya melalui berbagai kegiatan workshop, pameran, maupun pertemuan-pertemuan tentang penelitian dan pengembangan iptek. Sebab, kata Mursyidah, dalam era industri 4.0 ini, pengetahuan ekonomi harus berbasis inovasi, riset dan kewirausahaan. 

"Sehingga hilirisasi penelitian terwujud. Dan ujungnya bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat," pungkasnya.  (*)

Top