Rawan Provokasi, Polisi Tunggu Laporan Jika PKL Dirugikan

Drama Eksekusi Pasar PKL Rumah Tua Kota Batu  5

MALANGTIMES - Eksekusi lahan di area Rumah Tua, Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kota Batu masih terus berlangsung. Kini, lahan dengan luas belasan ribu meter persegi itu ditutup dengan pagar seng. Pihak Polres Batu pun terus melakukan penjagaan karena dinilai rawan provokasi.

"Penjagaan dilakukan sampai (proses eksekusi lahan) selesai," tegas Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat ditemui di lokasi sengketa. Menurut dia, pengosongan lahan tersebut rawan tindakan provokasi dan premanisme. 

Terbukti pada malam sebelum kegiatan eksekusi, (Selasa, 4/12/2018) pihak kepolisian memantau adanya pergerakan massa dari luar daerah ke area Rumah Tua. Menurut Buher, sapaan akrab Budi Hermanto, sebelumnya ada massa sebanyak sekitar 300 orang yang datang dari beberapa daerah. "Ada 300-400 massa yang malam sebelumnya datang ke sekitar lokasi menggunakan angkot. Tetapi petugas berhasil menghalau," urainya.

"Kami tentu tidak ingin ada yang membuat onar. Kalau eksekusi sudah dibacakan (ditetapkan) tidak boleh melanggar, Negara tidak boleh kalah dengan premanisme," tambah mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu. Buher mengungkapkan, pada hari pertama pihaknya menerjunkan sekitar 300 personel dengan dibantu 30 anggota TNI dan satu kompi dari Brimob. 

Selain aparat dengan seragam anti huru-hara dan bersenjata laras panjang, beberapa anjing pelacak juga disiagakan. "Sesuai dengan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Malang, sudah dinyatakan siapa yang berhak (atas lahan halaman Rumah Tua). Kami aparat kepolisian harus melaksanakan pengamanan ini," tambah pria kelahiran Pekanbaru itu. 

Tak hanya bagi eksekutor, pihaknya juga melakukan penjagaan bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang masih mengemasi barang-barangnya. "Kami membiarkan warga PKL mengambil barang-barangnya, mereka menjadi korban untuk ke sekian kalinya. Dan bagi PKL yang merasa dirugikan, silakan membuat laporan polisi ke Polres Batu dan akan kami tindaklanjuti," tegasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin (5/12/2018) PN Malang melakukan eksekusi lahan pasar PKL Rumah Tua di Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Sempat nyaris bentrok dengan massa pendukung pemilik lama, eksekusi tetap dilangsungkan. Pengosongan pusat kuliner itu merupakan buntut dari sengketa dua pihak yakni pemilik lama Suprapto dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. 

Lantas bagaimana nasib PKL dan kerugian yang mereka dapatkan? Simak ulasannya dalam laporan khusus MalangTIMES. 

Top