MALANGTIMES - Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Malang, saat ini dalam kondisi darurat. Sebab kapasitas yang ada di sembilan makam yang dikelola oleh Pemkot kian hari semakin padat dengan presentase sekitar 80 persen lebih.

Melihat hal itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, tahun 2019 mendatang mewacanakan bakal melakukan pengadaan lahan makam.

Untuk itu, pihak Disperkim melalui Bidang Perumahan dan Pertanahan (PP) telah menganggarkan pagu anggaran sebesar Rp 6 Milyar untuk pembelian lahan.

"Untuk pengadaan lahan makam, insyaallah jadi. Pagu Anggaran 2019 untuk pengadaan lahan dialokasikan sebesar Rp 6 milyar," ungkapnya dihubungi MalangTIMES (5/12/2018).

Lanjutnya, namun lahan yang akan dibeli untuk dijadikan lahan makam, saat ini masih belum terdapat penetapan. Sebab pihak Disperkim masih melakukan kajian-kajian untuk memperoleh lokasi yang strategis.

"Ya masih dalam pengkajian, untuk lahan yang pas mana. Namun bisa saja berada di daerah Kedungkandang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Malang, Takroni Akbar menjelaskan, terkait pengadaan lahan makam, pihaknya memang sudah diundang oleh Bidang PP untuk koordinasi terkait pengadaan lahan makam beberapa waktu lalu.

"Tapi dulu pas saya kebetulan bersamaan agenda sosialisasi izin makam, sehingga belum bisa hadir. Jadi saat ini saya masih menunggu adanya koordinasi lagi terkait hal itu. Kalau untuk koordinasi mungkin terkait survey lahannya, apakah memang pas untuk pemakaman, selain itu tentu juga melihat luas lahannya berapa dan lokasinya dimana. Kan memilih lahan juga melihat dengan harganya apakah mencukupi dengan anggaran yang ada atau tidak," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk beberapa makam, seperti makam Samaan, Kasin dan beberapa makam lain, menurut perkiraan, dalam jangka beberapa tahun masih bisa saja menampung. Tetapi, meskipun begitu, harus segera disiapkan lahan makam baru, antisipasi overloadnya makam. "Sehingga hal ini memang urgent," terangnya.

Namun ia berharap, lahan yang dipilih nantinya juga tidak sembarangan. Namun memiliki view yang bagus. Sebab, selain digunakan sebagai pemakaman dan juga Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan resapan air, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan untum destinasi wisata yang bisa dikonsep dengan sedemikian rupa.

"Ya harapannya itu, kan dengan itu juga semakin menghapus image seram dari makam," pungkasnya