Melalui Domba Tetanus, Puskesmas Cisadea Berhasil Turunkan Angka Bayi BGM

Puskesmas Cisadea (foto: google)
Puskesmas Cisadea (foto: google)

MALANGTIMES - Pada tahun 2017, salah satu wilayah di Puskesmas Cisadea yakni Kelurahan Purwantoro memiliki angka Bayi Bawah Garis Merah (BGM) yang sangat tinggi. 

Bahkan paling tinggi se-Kota Malang. Hal ini dinyatakan oleh Kepala Puskesmas Cisadea.

"Saya di sini (Puskesmas Cisadea) kan baru tahun 2017. Kemudian waktu mengikuti rapat di Dinas Kesehatan itu di salah satu Kelurahan kami, di Purwantoro ini, angka BGMnya itu sangat tinggi. Paling tinggi di kota Malang. Saat itu 27," ungkap Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL saat ditemui di kantornya.

Akhirnya, Tyas (sapaan akrabnya) dengan petugas gizi Puskesmas Cisadea membuat satu inovasi dengan meningkatkan dan menggerakkan operasi timbang. 

Inovasi ini dinamakan Domba Tetanus. Domba Tetanus merupakan singkatan dari Dengan Operasi Timbang Kita Temukan dan Tangani Kasus.

"Alhamdulillah kasusnya sampai pada bulan ini sudah menurun dari 27 menjadi 15 orang," imbuh perempuan berkerudung ini.

Dalam Domba Tetanus, laporan kader dari operasi timbang direkap. 

Kemudian diketahui bayi-bayi tersebut termasuk normal, obesitas, atau BGM dan BGT (Bawah Garis Titik). 

Nah, bayi atau balita yang BGM dan BGT diundanh ke puskesmas dengan dijadwal tiap minggu. Di sana dilakukan penimbangan ulang.

"Yang memang betul-betul BGM langsung kita tangani dengan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan), seperti susu dan makanan pendamping lain," ujar Tyas.

Selain diberikan makanan pendamping. Puskesmas Cisadea juga memberikan edukasi kepada orang tua. 

Beberapa di antaranya yaitu mengenai cara pemberian makanan di rumah, cara pemberian ASI, atau makanan pendamping lainnya.

"Betul-betul kita pantau," tandas Tyas.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top