Sambutan Bupati Malang, H Rendra Kresna ketika blusukan di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Minggu, (23/8/2015) malam. (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)

Sambutan Bupati Malang, H Rendra Kresna ketika blusukan di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Minggu, (23/8/2015) malam. (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)



MALANGTIMES - Ketika memenuhi undangan warga Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari dalam rangka peringatan HUT RI ke 70 dan Halal Bihalal masyarakat setempat, Bupati Malang, H Rendra Kresna menekankan pentingnya nasionalisme kepada warga desa setempat.

"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas undangan masyarakat Desa Purwoasri dalam rangka Halal Bihalal dan peringatan HUT RI ke 70 ini, yang perlu saya tekankan kepada masyarakat yaitu nasionalisme, cinta kepada bangsa karena itu sebagian dari iman," kata Rendra dalam sambutannya, Minggu (23/8/2015) malam.

Rendra menambahkan bahwa semangat nasionalisme itu bukan sekedar kata-kata Merdeka, atau bahkan harus berjihad angkat senjata, melainkan dalam membangun nasionalisme itu harus dibangun dengan memelihara kerukunan antar masyarakat yang harus diutamakan.

"Saya melihat di beberapa daerah, ada tawuran antar desa, kemudian berkembang jadi antar Kecamatan, bahkan berkembang seterusnya menjadi lebih luas, itu karena nasionalisme di tataran yang paling sederhana, yaitu di Desa tidak terpelihara dengan baik, maka saya menghimbau untuk masyarakat dalam membangun nasionalisme itu dengan menguatkan kerukunan dari tingkat Desa, khususnya juga di Desa Purwoasri ini," jelas pria yang akan kembali maju dalam pilkada Kabupaten Malang untuk periode kedua ini.

Dalam sambutannya, Bupati Malang ini sempat memberikan pujian kepada pemuda desa setempat yang mampu mempertontonkan kratiftasnya baik dalam bentuk bazaar yang usai dilaksanakan, drum band, hingga sebuah tayangan profil desa yang digarap dengan menarik.

"Terimakasih untuk pemuda di Desa ini memiliki kreatifitas da nasionalisme yang tinggi, tapi tetap jangan lupa bayar pajak ya," Kelakarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ditekankannya bahwa pentingnya nasionalisme juga harus diterapkan di kehidupan yang nyata, sebagai contoh dalam mencintai produk karya bangsa yang terkadang masyarakat lebih memilih produk luar dengan merk ternama, meskipun tanpa diketahui ternyata buatan lokal.

"Ada sebuah merk Sepatu, saya pernah lihat, nama merknya Gucci dari Italia harganya luar biasa mahal sekali dari 18 Juta hingga 65 Juta rupiah satu pasang sepatu, dan ternyata pabrik pembuatan sepatu tersebut ada di Pakis, Kabupaten Malang, disana harganya mungkin Rp 400 ribu rupiah an kalau sebelum diberi merk asing," imbuhnya.

Sehingga ia menekankan untuk mencintai produk-produk lokal yang ada di masyarakat sekitar, karena itu juga bagian dari nasionalisme yang sederhana.

"Kita mulai nasionalisme dari yang paling sederhana dimulai dari diri kita, harus punya kreativitas untuk pemuda karena pemuda yang baik tidak menjadi beban, menjadi yang terdepan dalam pembangunan," lanjutnya.

Dalam acara yang dilaksanakan di dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari ini, dimulai pukul 19.30 WIB dengan diawali pembacaan ayat suci Al Qur'an, kemudian dengan sambutan dari Ketua panitia, Abdul Ghofur, kemudian Kepala Desa, Farid Harja dan dilanjutkan sambutan H Rendra Kresna. Ditutup dua jam kemudian dengan tausiyah dari KH Abdul Wahid.  (*)

End of content

No more pages to load