Fakta dan Sejarah, di China Bangun Gedung 30 Lantai Butuh Dua Minggu, di Indonesia Bisa Lebih Cepat

Screenshot Video (youtube)
Screenshot Video (youtube)

MALANGTIMES - Membuat bangunan bertingkat dengan luas yang besar pastinya membutuhkan waktu yang tak sebentar. Tapi dengan perkembangan teknologi, pembangunan sebuah gedung bertingkat ternyata dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam saja.

Di Tiongkok misalnya, negeri tirai bambu ini sering membuat gebrakan dalam dunia konstruksi. Karena ada banyak gedung bertingkat dan konstruksi bangunan lain yang mampu dibangun hanya dalam hitungan jam saja. Tapi tak kalah dengan Tiongkok, di Indonesia sebenarnya ada sebuah proses pembangunan luar biasa yang dilakukan lebih cepat dibanding rekor yang pernah diciptakan negara yang dulu dikenal dengan nama China itu.

Di Tiongkok sendiri, setidaknya tercatat ada lima konstruksi bangunan yang membuat negara lain tercengang. Masing-masing bangunan diselesaikan dengan waktu yang sangat singkat. Menariknya, bangunan dibuat tidak ala kadarnya dan ecek-ecek saja. Melainkan memiliki kualitas yang patut diacungi jempol.

Pertama ada Jembatan Sanyuan di Beijing. Jembatan layang ini awalnya mengalami kerusakan dan kemudian dilakukan rekonstruksi ulang. Jika biasanya pembangunan ulang menbutuhkan waktu yang lama dan menimbulkan macet, tapi tidak dengan jembatan tersebut. Karena pembangunan ulang jembatan tersebut hanya dilakukan selama 43 jam saja dan melibatkan ribuan pekerja.

Jembatan yang biasanya dilalui oleh 200 ribu kendaraan per hari itu tidak mengalami kemacetan sama sekali saat dilakukan konstruksi ulang. Bahkan, setelah 43 jam bangunan langsung digunakan seperti biasanya. Jembatan layang tersebut menjadi salah satu poros yang mampu menghubungkan 48 jalan penting dan tiga jalan bebas hambatan.

Ke dua, Tiongkok berhasil membuat hotel 30 lantai hanya dalam 15 hari saja. Hotel bernama T30 itu dibangun di kawasan perindustrian dengan dilengkapi 360 kamar serta fasilitas lain seperti kolam renang, restaurant, dan parkir bawah tanah. Sebelumnya, perusahaan konstruksi yang juga membangun T30 pernah mencatat rekor dengan membangun Art Hotel setinggi 15 lantai hanya dalam enam hari saja.

Rahasia pembangunan yang super cepat itu dilatarbelakangi karena 93 persen konstruksi bangunan sudah dirakit terlebih dulu di pabrik. Sehingga proses pembangunan tinggal merakit dan menyatukan setiap konstruksi. Namun bangunan yang dibuat tersebut digadang-gadang mampu tahan dari guncangan gempa, melalui proses percobaan yang dilakukan sebelumnya.

Berikutnya adalah membangun gedung setinggi 57 lantai hanya dalam 19 hari saja. Gedung yang mampu menampung hingga 800 ribu orang itu awalnya ingin dibangun setinggi 97 lantai. Namun karena proses yang tertunda, akhirnya diputuskan untuk membangun setinggi 57 lantai. Dalam proses pengerjaannya, sebanyak tiga lantai didirikan dalam satu harinya.

Selanjutnya pembangunan jalur kereta api yang hanya dilakukan dalam sembilan jam saja. Melibatkan 1.500 pekerja dan tujuh kereta api serta 23 mesin penggali tanah, proses pembangunan jalur sebagai proyek infrastruktur luar biasa Pemerintah China pada Januari 2018 itu juga membuat publik tercengang. Para pekerja dibagi dalam tiga unit dan pada akhirnya mampu menyelesikan pekerjaannya hanya dalam 9 jam saja.

Terakhir ada pembangunan hotel 15 lantai yang mampu diselesaikan dalam waktu enam hari saja. Bukan konstruksi ecek-ecek, hotel tersebut juga dilengkapi dengan berbagai jenis fasilitas dan kualitas bangunan andalan yang mampu menahan gempa. Sama dengan bangunan sebelumnya, bangunan ini juga dibuat dengan memakai konstruksi yang dibuat di pabrik dan tinggal dirangkai. Menariknya, proses pembangunan hotel tersebut sama sekali tidak meninggalkan sisa pembangunan di sekitar kawasan gedung.

Sementara di Indonesia sendiri, tercatat jika ada sebuah bangunan megah yang dibangun hanya dalam waktu satu malam saja. Bangunan itu masih utuh hingga sekarang dan memiliki cerita yang cukup legendaris. Bangunan tersebut adalah Candi Prambanan atau juga dikenal dengan nama lain sebagai Candi Loro Jonggrang. Nama itu diambil dari kisah legenda yang sampai sekarang banyak dipercaya masyarakat.

Dalam kisah legenda itu disampaikan, Candi Prambanan dengan segala kemegahannya itu dibangun hanya dalam waktu satu malam saja. Pembangunan dilakukan seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso yang hendak memperistri Loro Jonggrang. Sang putri Prambanan itu pun mengajukan syarat agar ia dibuatkan seribu candi sebelum menerima untuk dipersunting oleh sang pangeran.

Lantaran tak mau menikahi Pangeran Bandung Bondowoso, Putri Loro Jonggrang membuat siasat untuk mengakhiri proses pembangunan candi yang hampir selesai itu dengan bantuan para dayang. Lantaran tak terina dengan kecurangan itu, Loro Jonggrang dikutuk oleh Pangeran Bandung Bondowoso dan menjadi candi yang ke 1000.

Itu dia sekelumit fakta dan legenda dalam sejarah yang berkembang terkait pembangunan gedung di Tiongkok dan Indonesia.

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top