Program Satu Rumah Satu Jumantik Puskesmas Mulyorejo Sukses, Layak Jadi Percontohan

Senitarian Puskesmas Mulyorejo Sigit wahyudi, A.M.K.L. peraih juara dua tingkat provinsi untuk kategori Kesling 2018
Senitarian Puskesmas Mulyorejo Sigit wahyudi, A.M.K.L. peraih juara dua tingkat provinsi untuk kategori Kesling 2018

MALANGTIMES - Puskesmas Mulyorejo sukses menaikkan angka bebas jentik nyamuk menjadi 95 persen melalui program Satu Rumah Satu Jumantik. Program ini dilakukan di Kelurahan Karangbesuki. Padahal sebelumnya angka bebas jentik nyamuk di wilayah tersebut hanya 80 persen. Kesuksesan inovasi ini membuat Senitarian Puskesmas Mulyorejo Sigit wahyudi, A.M.K.L. meraih juara dua tingkat provinsi untuk kategori Kesling 2018.

"Jadi per September 2017 Pak Sigit sebagai penanggung jawab program kesling itu mengadakan kegiatan ini di RW 9 Kelurahan Karangbesuki," ungkap Kepala Puskesmas Mulyorejo drg. Indra Ratnasari saat ditemui di kantornya Selasa (4/12/2018).

Dalam melakukan program tersebut, Sigit bekerja sama dengan Fakuktas Kedokteran Universitas Brawijaya. Salah satunya untuk mengembangkan kalender sakti. Dalam kalender sakti dapat dipantau kegiatan-kegiatan dari rumah tangga tentang pemantauan jentik itu.

Indra menyatakan, penurunan kasus demam berdarah di Karangbesuki memang signifikan dengan adanya kegiatan Satu Rumah Satu Jumantik ini. Dengan keberhasilan ini, Puskesmas Mulyorejo akan menerapkan program tersebut ke kelurahan lain. Sebelumnya, kasus demam berdarah di kelurahan Karangbesuki merupakan yang tertinggi dari tiga kelurahan lain di wilayah Puskesmas Mulyorejo.

"Nanti mungkin akan kita evaluasi kelurahan mana yang tingkat kesakitan terjadinya demam berdarah tinggi. Untuk yang bulan kemarin itu Mulyorejo," imbuh Indra.

Nah, Satu Rumah Satu Jumantik juga merupakan kegiatan dari PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Masyarakat juga secara rutin melakukan kegiatan kerja bakti, membersihkan kamar mandi, membersihkan genangan air, dan sebagainya. Bedanya, dalam Satu Rumah Satu Jumantik kadernya adalah salah satu anggota keluarga dalam rumah itu.

"Jadi dalam satu rumah itu memiliki satu kader. Istilahnya dia bertanggung jawab dengan rumahnya sendiri. Begitu ditemukan nanti dievaluasi sama Pak Sigit dengan timnya," terang Indra.

Tentunya keberhasilan Satu Rumah Satu Jumantik di Puskesmas Mulyorejo ini dapat digunakan untuk Kota Malang. "Memang ini adalah pilot project. Setidaknya ke depan bisa digunakan kota, bisa diadopsi, bahwa keberhasilan RW 9 ini untuk gerakan Satu Rumah Satu Jumantik kota bisa melihat di situ," ungkapnya.

Sigit  menyatakan bahwa keberhasilan program ini tak lepas dari tim puskesmas yang all out ke masyarakat. Hasilnya, masyarakat jadi getol memperhatikan lingkungannya. "Kalau kita menginginkan swadaya masyarakat yang besar ya kita harus benar-benar jadi masyarakat di sana. Kalau dulu kita yang getol melihat dan mengamati di masyarakat sekarang masyarakat yang getol mengamati di rumah masing-masing dan melaporkan," ujarnya.

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top