Puskesmas Cisadea Gencar Laksanakan Program Keluarga Sehat

Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL. (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL. (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

MALANGTIMES - Puskesmas Cisadea termasuk puskesmas yang belum mengikuti pelatihan keluarga sehat dan manajemen keluarga sehat. Meski begitu, program keluarga sehat (KS) tetap dijalankan. 

Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL menyatakan pihaknya tetap berupaya untuk melaksanakan program keluarga sehat. "Kami sudah berupaya untuk melaksanakan. Sampai  hari ini, kami baru menyelesaikan 2 RW karena kami kemarin terpotong dengan kegiatan ORI," ungkap dia saat ditemui di kantornya.

Tyas (panggilan akrabnya) menyatakan, untuk survei keluarga sehat, seluruh anggota ASN dan nakes (tenaga kesehatan) diterjunkan. Mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, gizi, sanitasi, promosi kesehatan.

"Jadi, semua terlibat. Datang dari rumah ke rumah. Dalam satu tim minimal ada dua orang. Satu wawancara, satu melakukan pengukuran tensi," ungkap Tyas.

Nah, kalau memang ada anggota keluarga yang notabene memiliki risiko tinggi seperti lansia, petugas puskesmas akan memeriksa gula darahnya. Kalau ada indikasi  asam urat, diperiksa juga asam uratnya.

"Jadi,  untuk pelaksanaan asam urat dan gula darah, kalau ada indikasi. Kalau tensi, semua anggota keluarga," imbuhnya.

Dari hasil rekapitulasi, dengan hanya dua RW,  Tyas menyatakan bahwa pihaknya sudah membaca permasalahan di masyarakat. Kebetulan di wilayah Puskesmas Cisadea (Purwantoro dan Blimbing), penduduk lansianya banyak. Jadi, kasus kesehatan yang ada rata-rata seperti diabetes melitus dan hipertensi.

"Itu memang cukup tinggi kalau masalah status kesehatannya. Kemudian untuk lingkungannya tetep OD (open defecation)," kata Tyas.

Mengenai permasalahan OD, Puskesmas Cisadea melakukan tindakan untuk menuntaskan OD dan mencapai open defecation free (ODF) dengan melakukan penanganan khusus. Salah satu yang dilakukan adalah mengadakan program promotor sanitasi.

Dalam program tersebut, diadakan pertemuan dengan lurah, badan keswadayaan masyarakat (BKM), lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK), ketua RW, tokoh masyarakat, kader kesling, dan kader-kader yang lain di wilayah Kelurahan Purwantoro dan Blimbing. Edukasi, sinergi, dan pendataan keluarga yang belum memiliki jamban sehat dilakukan. Selanjutnya akan dilakukan tindak lanjut pengadaan jamban sehat dengan bantuan berbagai pihak.

Nah, untuk permasalahan lansia penderita diabetes melitus dan hipertensi, Puskesmas Cisadea melaksanakan program prolanis atau pengelolaan penyakit kronis. Kegiatannya yakni senam lansia di lapangan depan Puskesmas Cisadea dengan mandatangkan guru senam. Selain senam, diadakan  pemeriksaan laboratorium kepada seluruh lansia. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top