M Nur Arifin tersangka penyelundupan burung ilegal beserta barang bukti saat diamankan polisi, Kecamatan Dau (Foto : Istimewa)
M Nur Arifin tersangka penyelundupan burung ilegal beserta barang bukti saat diamankan polisi, Kecamatan Dau (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Perkembangan teknologi, menjadi ladang hijau bagi para pelaku tindak kriminal. 

Baca Juga : Warning Polisi, Napi Pelanggar Aturan Asimilasi Bakal Dapat Tindakan Tegas dan Terukur

Salah satunya dengan menjadikan media sosial (medsos) sebagai sarana jual beli burung langka yang dilindungi. 

Seperti yang dilakukan M Nur Arifin. Warga asli Kediri ini, nekat menyelundupkan burung Alap-alap Nipon ke Kabupaten Malang. 

Beruntung, sebelum aksi ini terjadi, Tim gabungan dari Polres Malang, beserta Polisi Hutan BKSDA Resort Malang, berhasil meringkusnya, Sabtu (1/12/2018).

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, transaksi penjualan burung langka tersebut, hendak berlangsung di Jalan Raya wilayah Taman Sengkaling Kecamatan Dau. 

“Saat diamankan, petugas mendapati barang bukti berupa lima ekor burung Alap-alap Nipon. Semua barang bukti yang kami sita ini memang langka, bahkan statusnya saat ini dilindungi,” ungkap Polisi Hutan BKSDA Resort Malang Imam Pujiono, Minggu (2/12/2018).

Kepada awak media Imam menambahkan, kasus ini terungkap, berawal dari postingan tersangka di media sosial. 

Dalam unggahannya, pelaku kedapatan menawarkan burung Alap-alap Nipon.

Mengetahui hal ini, petugas lantas menyamar sebagai salah satu pembeli. 

Setelah sempat terjadi tawar menawar, pelaku lantas mengiyakan tawaran petugas. 

“Tersangka sempat tergiur, satu ekor burung dihargai senilai Rp 175 ribu,” imbuh Imam.

Setelah setuju untuk melangsungkan transaksi di lokasi yang disepakati, pelaku lantas membawa lima burung yang dilindungi tersebut.

Tanpa menunggu lama, petugas gabungan lantas menyergap tersangka. 

Selain Arifin, beberapa barang bukti yang disita, langsung digelandang ke Mapolres Malang.

Baca Juga : Hampir 'Remek' Oleh Massa, Pria Diduga Pencuri yang Viral Videonya Ini Ternyata...

Di hadapan penyidik, Arifin mengakui jika menjual burung ilegal tersebut, melalui sarana media sosial. 

Pelaku mengaku baru sekali melancarkan transaksi penjualan. 

Selama ini, Arifin mendapatkan burung langka ini, dari salah satu warga yang juga tinggal di Kediri. 

“Saya tidak tahu jika burung Alap-alap Nipon, selama ini merupakan jenis binatang yang dilindungi,” dalih Arifin kepada petugas.

Sementara itu, Kanit Idik II Satreskrim Polres Malang, Ipda Agung Hartawan menegaskan, bakal terus mengembangkan kasus yang ditangainya tersebut. Diduga, masih banyak jaringan lain yang juga terlibat. 

“Tersangka kami jerat pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 huruf A, Undang-undang RI nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," ujar Agung.