Wali kota Malang, Sutiaji (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wali kota Malang, Sutiaji (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam bantuan-bantuan yang diberikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, permasalahan lama terkait belum update data penerima bantuan, tetap menjadi permasalahan lama yang menjadi bahasan.  

Seperti yang terjadi pada sosialisasi bantuan sosial bagi masyarakat, beberapa Ketua Rukun Warga (RW) mengeluhkan tak sesuainya data dengan realisasi bantuan.

Sempat terjadi pada salah satu RW, dimana terdapat 12 orang yang mendapatkan bantuan, namun setelah dicek ternyata hanya satu orang yang mendapatkan bantuan.

Menanggapi hal itu, Wali kota Malang, Sutiaji menjelaskan, bahwa sebenarnya Pemkot selalu melakukan updating data. Namun dalam penentuan seperti program nasional adalah wewenang dari pusat.

"Ini kasus lama. Tapi saat ini updating terus dilakukan termasuk untuk program-program nasional. Baik yang meninggal, mungkin yang belum tepat sasaran. Prosesnya dikumpulkan disini (Dinsos), disetorkan ke Kementrian Sosial (Kemensos), kemudian updatenya kembali lagi dikirimkan kesini (Dinsos)," beber Sutiaji

"Kemensos juga memasukan ke Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). TNP2K membuat clustering ini miskin atau tidak, jadi validasi disana dengan data daerah," imbuhnya

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Malang, Sri Wahyuningtyas menambahkan, terkait permasalahan Updating data, terkadang bukan karena lambatnya pendataan atau belum adanya pendataan ulang.

Namun salah satu problemnya adalah, masih belum maksimalnya koordinasi antara ketua RT atau RW dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

"Data kan dari RT, RW, kemudian diusulkan ke PSM. Tapi kadang PSM ketemu RT atau RW untuk verifikasi lagi sulit. Harusnya RT, RW dan PSM lebih sinkron lagi," ungkap Yuyun, sapaan akrab Kepala Dinsos Kota Malang itu.

Lanjutnya, terkait mereka yang belum mendapat, sebetulnya bisa diusulkan, namun untuk realisasinya tahun depan (2019) akan dialihkan ke Beras Daerah (Rasda).

"Jadi nggak semua data yang ada dari pusat dapat bantuan semua. Makanya dialihkan ke Rasda. Tapi harus ada pengusulan dari RT, RW. Namun untuk perubahan dalam setahun hanya dua kali, yakni bulan Mei dan November," pungkasnya