Ribuan Penonton Datang dari Dalam dan Luar Kota, Wawali Malang Ingin Festival Jaranan Terus Digeber

MALANGTIMES - Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, penonton Festival Jaranan Malang 2018 kali ini datang dari berbagai daerah. Bukan hanya dari Kota Malang. Ribuan penonton yang rela berdesakan dan menyaksikam atraksi ciamik para seniman Malang itu juga datang dari beberapa daerah luar Malang.

Salah satunya Heriyanto yang sengaja datang dari Situbondo ke Kota Malang untuk menyaksikan aksi yang disuguhkan para peserta Festival Jaranan 2018. Datang bersama dengan anak dan istrinya, pria yang akrab disapa Yanto itu mengaku sangat senang dengan pertunjukan jaranan. Karena itu, dia sengaja menyempatkan diri untuk datang ke kota yang dulunya memang merupakan tempat mengemban ilmu selama masa kuliah.

"Kemarin ke rumah saudara dan sudah lama dengar kalau ada kegiatan festival jaranan. Penasaran. Jadinya mampir dulu sebelum pulang," katanya kepada MalangTIMES, Minggu (2/12/2018).

Sebagai pecinta seni jaranan, Yanto menyampaikan jika seni pertunjukan tersebut saat ini jarang digelar di daerah-daerah lain. Sehingga ia menilai Kota Malang menjadi contoh yang sangat baik untuk melestarikan seni tradisi tersebut. Dia pun berharap pemerintah terus konsentrasi dan peduli dalam menyuguhkan seni pertunjukan tersebut.

Bukan hanya Yanto. Penonton dari luar Malang di antaranya adalah para mahasiswa  yang sengaja menghabiskan hari minggunya dengan menonton atraksi dalam kegiatan gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang itu. Antara lain  Aditya, mahasiswa Universitas Negeri Malang asal Lumajang, dan Suryansyah yang juga mahasiswa Universitas Negeri Malang asal Banyuwangi.

Melihat animo penonton sangat luar biasa, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang sengaja hadir dan menyaksikan acara tersebut menyampaikan agar festival serupa terus digeber Disbudpar Kota Malang. Selain sebagai wujud pelesrarian dan pembinaan terhadap para seniman, kegiatan tersebut juga sangat ampuh untuk menarik wisatawan.

"Dan saya berharap peserta yang ikut festival ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Tapi berjenjang hingga tingkat nasional, bahkan internasional," tandas pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Menurut wawali,  bagaimanapun, kualitas setiap pertunjukan yang disuguhkan tentu harus terus ditingkatkan. Dengan begitu, seni tradisi yang digarap menjadi seni pertunjukan dapat lebih mendunia dan dinikmati pecinta seni dari berbagai penjuru negeri. Pembinaan pun harus terus digeber agar kualitas seni pertunjukan yang disuguhkan mengalami peningkatan.

Bukan hanya itu. Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika sederet seni tradisi di Kota Malang akan banyak dibina untuk dapat dinikmati di hotel dan sederet tempat wisata yang ada. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati lebih banyak lagi berbagai jenis pertunjukan yang ada dengan cara yang lebih mudah.

"Kami akan gandeng PHRI untuk lebih peduli lagi dengan seni tradisi dan seni pertunjukan. Agar setiap pertunjukan dapat mudah masuk ke hotel dan dinikmati tamu hotel yang berasal dari berbagai daerah," ungkap Bung Edi.

Di sisi lain, beberapa kampung tematik, menurut wawali, juga sudah banyak menyuguhkan seni tradisi untuk dinikmati wisatawan. Di antaranya Kampung Tridi dan Kampung Budaya Polowijen yang sering menyuguhkan tampilan menarik seperti jaranan dan tari Topeng Malangan. Bukan hanya pertunjukan saja, melainkan juga banyak memberi edukasi kepada wisatawan. (*)

 

Top