Enam Tokoh Indonesia Ini Hilang Tanpa Bekas, Salah Satunya Diyakini Akan Kembali Lagi

ilustrasi
ilustrasi

MALANGTIMES - Moksa adalah sebuah konsep dari agama Hindu dan Buddha yang memiliki artian yaitu melepaskan dari segala ikatan duniawi serta putaran reinkarnasi kehidupan fana.

Di Indonesia banyak kejadian tokoh nasional yang Moksa, dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Akan tetapi hal tersebut bisa saja terjadi pada masyarakat lain yang tidak diketahui identitasnya.

Untuk melakukan tapa Moksa, tidak sembarang orang bisa melakukannya. Karena hal tersebut menyangkut kehidupan seseorang di dalam dunia nyata dan harus meninggalkan seluruh yang dipunyainya.

Berikut MalangTIMES akan menghadirkan kisah enam tokoh ternama Tanah Air yang Moksa atau menghilang tanpa bekas.

1. Prabu Siliwangi


Raja Padjajaran yang sakti mandraguna 
Ia memiliki pengikut yang banyak dan membuat Negeri Sunda terkenal seantero Nusantara kala itu. Ketika ajaran agama Islam masuk, ia mendapat desakan untuk meninggalkan ajarannya terdahulu dan menjadi seorang mualaf. Akhirnya, Prabu Siliwangi menyingkir dari kerajaannya dan tidak berkenan masuk agama Islam.

Sebelum melakukan tapa Moksa, ia melakukan wejangan kepada pengikutnya untuk memilih ajaran sesuai keinginannya masing-masing.

2. Prabu Brawijaya V


Raja kesekian dari Majapahit yang memutuskan Moksa setelah melarikan diri karena kerajaannya dihancur leburkan oleh Kerajaan Kediri.

Sebelum melakukan Moksa, Prabu Brawijaya V memeluk ajaran agama Buddha dan di akhir keberadaannya ia meminta Sunan Kalijaga yang masih keturunannya yaitu cucunya untuk meng-Islam kan nya.

Setelah menjadi mualaf, Prabu Brawijaya V melakukan tapa tingkat akhir di Gunung Lawu dan akhirnya menjadi Moksa.

3. Mahapatih Gajahmada 


Ada dua versi pada masa akhir Mahapatih Gajahmada.

Pertama ia diceritakan sakit parah dan pada akhirnya meninggal pada tahun 1364. Hal ini seperti yang tertulis pada kitab Kakawin Negara Kertagama.

Versi kedua Mahapatih Gajahmada, melarikan diri setelah terjadi perang Bubat, yaitu perang antara Kerajaan Padjajaran dari Negeri Sunda dan Kerajaan Majapahit.

Gajahmada dituding sebagai dalang terjadinya perang tersebut, sebelum ditangkap, diadili atau dibunuh Mahapatih Gajahmada melakukan Yoga Samadi dan akhirnya Moksa hingga saat ini.

4. Prabu Jayabaya


Ia adalah salah satu pewaris tahta Kerajaan Airlangga, yang mendapatkan jatah wilayah di Jenggala daerah Kediri. Saudaranya, Jayasaba adalah pemilik jatah wilayah lainnya yang terpusat Pandjalu atau Dhaha.

Kedua saudara ini terus menerus berperang untuk mendapatkan wilayah. Pada akhirnya Jayabasa kalah dan seluruh wilayah Jawa Timur terpusat di Kediri.

Walaupun jadi raja yang terkenal dan berhasil menjadikan kerajaan yang diperintahkan memasuki zaman keemasan, namun rasa bersalah dan berdosa tetap menghantui karena telah membunuh saudara kandungnya sendiri, yakni Jayabasa.

Jayabasa terus menghantui Jayabaya, kesaktiannya dan keberhasilannya menjadi seorang pinilih atau pilihan menurut agama Hindu ia tidak pernah meninggal karena ia dapat melalui proses kematian normal dengan cara Moksa.

Lalu Jayabaya menghilang tanpa jejak setelah melakukan tapa Moksa di Desa Menang, Kabupaten Kediri.

5. Sabdo Palon Noyo Genggong 


Menurut para pakar, Sabdo Palon Noyo Genggong adalah nama lain dari tokoh Semar atau salah satu tokoh dari Punakawan.

Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa Punakawan termasuk Semar di dalamnya adalah tokoh fiktif, namun tidak sedikit juga yang mempercayainya.

Sabdo Palon ini merupakan tokoh spiritual dari Prabu Brawijaya V yang kecewa akan keputusan rajanya untuk memeluk agama Islam. Ia memutuskan untuk pergi dan menghilang secara Moksa setelah Prabu Brawijaya V menjadi mualaf.

6. Supriyadi


Kisah tentang Supriyadi hingga saat ini memang masih simpang siur dan belum pasti kebenarannya. Ada yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah memberontak dari Jepang yang saat itu menjajah Indonesia. Namun adapula yang mengatakan bahwa pria asal Blitar itu menghilang tanpa bekas alias Moksa.

Bagi sebagian orang menghilangnya Supriyadi ini sempat dijadikan bahan lelucon, yaitu menghilang dan tidak dapat kembali. Namun bagi pihak lain, khususnya masyarakat zaman dulu menganggap Moksa nya Supriyadi adalah benar dan ia akan kembali muncul setelah Indonesia dalam keadaan teramat gawat.

Mungkin ada orang yang tidak percaya adanya Moksa seperti yang terjadi pada tokoh yang sudah disebutkan diatas. Namun secara turun temurun, cerita menghilangnya orang-orang tersebut diyakini kebenarannya dan terus di lestarikan hingga saat ini.

Percaya atau tidak? pembaca MalangTIMES yang bisa menentukan hal tersebut kebenarannya. 
 

 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top