Puskesmas Cisadea (foto: google)

Puskesmas Cisadea (foto: google)



MALANGTIMES - Puskesmas Cisadea terus melakukan tindakan untuk menuntaskan OD (Open Defecation) atau buang air besar sembarangan. Untuk mencapai Open Defecation Free (ODF) dilakukan penanganan khusus oleh Puskesmas Cisadea. Salah satu yang dilakukan adalah mengadakan program Promotor Sanitasi.

Dalam program tersebut diadakan pertemuan dengan lurah, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), ketua RW, tokoh masyarakat, kader kesling, dan kader-kader yang lain di wilayah Kelurahan Purwantoro dan Blimbing. Dua wilayah yang menjadi binaan Puskesmas Cisadea itu memang masih belum mencapai ODF 100 persen.

Jamban yang sudah sehat di Kelurahan Purwantoro sendiri kini 84 persen. Jadi masih 16 persen yang belum sehat. Kemudian di Kelurahan Blimbing 83 persen sehat. Sehingga masih 17 persen yang harus dibenahi.

Nah, dalam Promotor Sanitasi itu Puskesmas Cisadea mendatangkan IUWASH PLUS, sebuah organisasi yang melayani bidang sanitasi dari Surabaya untuk menjadi narasumber.

"Jadi dengan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya sehingga kemarin itu juga alhamdulillah respon dari masyarakat bagus. Kemudian Pak Lurahnya juga sangat mendukung," ujar Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL saat ditemui di kantornya.

Dalam Promotor Sanitasi tersebut juga dilakukan updating data bersama kader. Updating data terkait siapa saja nama dan dimana alamat rumah yang belum ODF. Sehingga kini Puskesmas Cisadea sudah mempunyai data nama dan alamat perwilayah untuk warga yang tidak mempunyai jamban sehat.

"Kemudian itu nanti yang bisa mandiri kita dorong untuk mandiri. Yang tidak mandiri kita usulkan untuk pembuatan biofil maupun septitank komunal melalui anggaran di pemerintahan kelurahan maupun di pemerintahan kota," jelasnya.

Nah, jamban yang sehat menurut Tyas wajib harus ada septitank yang kedap air. Selain itu juga ada peresapannya. Kemudian jarak peresapan dengan sumur minimal 10 meter.

"Itu sudah mutlak wajib," imbuhnya.

 

End of content

No more pages to load