Kegiatan FGD yang membahas roadmap ekonomi kreatif yang difasilitasi Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Kegiatan FGD yang membahas roadmap ekonomi kreatif yang difasilitasi Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ingin langsung tancap gas pada 2019 mendatang untuk menggenjot sektor ekonomi kreatif (ekraf). Agar jalannya mulus, pemkot bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) pun menyusun roadmap atau rancangan kerja rinci untuk mengukuhkan Kota Malang sebagai kota kreatif.
 

Baca Juga : Target Agustus, Mal Pelayanan Publik Kota Malang Dimungkinkan Molor

Wali Kota Malang Sutiaji pun mengumpulkan beberapa dinas terkait dalam pembahasan roadmap tersebut. Di antaranya Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan juga Malang Creative Fushion. 
 

Sutiaji mengungkapkan, salah satu rencana kerja yang dirumuskan dalam roadmap itu terkait pembangunan fasilitas ekraf di Kota Malang. "Jadi nanti seluruh perangkat daerah terkait bisa berjalan bersama sesuai roadmap. Bagaimana mengintegrasikan tujuan itu dalam program atau rencana kerja yang lebih teknis," tuturnya. 
 

Beberapa fasilitas yang dimaksud, di antaranya adalah pembangunan co-working space di masing-masing kecamatan. "Teman-teman pelaku ekraf kan seperti itu, butuh tempat dengan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan kreasi. Itu yang akan diberikan Pemkot Malang," sebutnya.
 

Pria yang juga Pembina KEK Kota Malang itu juga memberikan pengarahan dalam rangka evaluasi pelaksanaan tugas. Selain itu juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota komite untuk tetap berkomitmen dalam pengembangan ekraf. "Dengan menyinergikan misi kami dalam pengembangan ekonomi kreatif, harapannya harus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Malang," tegasnya.
 

Barenlitbang Kota Malang sebagai perangkat daerah penanggung jawab bidang perencanaan pun dilibatkan penuh agar roadmap itu masuk dan sesuai dengan rencana pembangunan daerah jangka menengah dan jangka panjang. "Ekonomi kreatif saat ini merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun di daerah," ujar Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso.
 

Baca Juga : Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Malang Buat Skema Baru

"Ekraf yang berbasis kreativitas SDM, inovasi dan pemanfaatan teknologi dengan tetap mempertahankan budaya lokal, menjadi pilihan yang tepat bagi Kota Malang yang terdefinisi sebagai urban city," tambahnya. Dengan potensi sumber daya manusia yang luar biasa, didukung dengan banyaknya Perguruan Tinggi di Kota Malang menjadi modal yang besar bagi pengembangan ekraf. 
 

Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang yang dibentuk oleh Pemkot Malang merupakan think-tank kepala daerah. Terutama untuk memetakan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. "Sekaligus merumuskan apa saja yang perlu dilakukan dalam upaya pengembangannya," tambah Erik yang juga sebagai Ketua KEK Kota Malang itu. 
 

Erik juga memberikan pengarahan teknis kepada Komisi Pelaksana, untuk lebih bisa mensosialisasikan seluruh program dan kegiatan komite kepada masyarakat. "Sehingga informasi dan perkembangan yang sudah dilakukan dapat terinformasikan secara masif, sekaligus menjadi bagian edukasi kepada masyarakat Kota Malang tentang ekraf. Kota Malang siap menjadi Kota Kreatif," pungkasnya.